STRUKTUR PASAR

STRUKTUR PASAR

KONSEP DASAR DAN PEMBAHASAN SOAL-SOAL MASUK PTN

STRUKTUR PASAR. Pasar adalah pertemuan antara pembeli dan penjual. Maka harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar. Bekerjanya mekanisme harga melalui permintaan dan penawaran di pasar terlihat di pasar bebas, terutama dalam keadaan persaingan murni, dimana banyak penjual dan banyak pembeli untuk barang tertentu. Bentuk2 pasar dibagi menjadi 2 : a. Pasar persaingan tidak sempurna  b. pasar persaingan sempurna

STRUKTUR PASAR - KONSEP DASAR DAN PEBAHASAN SOAL

STRUKTUTR PASAR DALAM TABEL

Monopoli – Struktur Pasar Persaingan tidak Sempurna

menguasai (seluruh/sebagian besar) suplai suatu barang, maka produsen monopolis dapat menentukan sendiri harga jualnya. Contoh:PLN. PDAM. PT Kereta Api Indonesia.

Duopoli ( Struktur Pasar Persaingan tidak Sempurna) adalah suatu pasar di mana penawaran suatu jenis barang dikuasai oleh dua perusahaan. Pasar duopoli dapat dianggap sebagai bentuk pasar oligopoli yang paling sederhana. Ketergantungan antar 2 perusahaan cukup tinggi Contoh: Penawaran minyak pelumas dikuasai oleh Pertamina dan Caltex. Baca artikel sebelumnya.

Oligopoli  ( Struktur Pasar Persaingan tidak Sempurna)  :Merupakan bentuk khusus dari persaingan monopolistic yaitu oligopoly dan duopoly. Ciri khasnya: produksi di dominasi oleh “hanya sedikit”  perusahaan. Misal:hanya 3 atau 4 perusahaan raksaksa menguasai sebagian besar (70%-90%) dari pasaran. Dikarenakan ada persaingan ketat, maka Iklan dan promosi akan membentuk persepsi konsumen mengenai perbedaan satu produk dengan produk lainnya (diferensiasi produk). Hal ini dikarenakan pada dasarnya oligopolis menjual barang yang relatif homogen sehingga dapat saling menggantikan (bersifat substitusi walau tidak sempurna). Oleh karenanya, loyalitas konsumen pada satu produk harus dijaga agar tidak berpindah ke produk lainnya.

Sistem harga yang kaku
Karena sifatnya yang hanya terdiri dari beberapa perusahaan, perilaku satu perusahaan menjadi sangat terasa pengaruhnya bagi perusahaan lain, sehingga menimbulkan ketergantungan dari masing-masing strategi atau tindakan yang diambil. Ketergantungan terutama terjadi dalam penetapan harga, dimana penetapan harga yang dilakukan oleh satu perusahaan akan segera diikuti oleh perusahaan lain, sehingga pada akhirnya memunculkan kekakuan harga di tingkat tertentu pada pasar oligopoli. contoh industri yang termasuk dalam kategori ini adalah industri rokok, industri mobil, industri semen, jasa penerbangan dan lainnya.

KINKED DEMAND CURVE – STRUKTUR PASAR OLIGOPOLI

Kekakuan harga

Jika sebuah perusahaan oligopolis menanikkan harganya, maka perusahaan lain dalam industry tidak akan menaikkan harga-harga mereka karena akan kehilangan sebagian besar para pelanggannya. Tetapi bila sebuah perusahaan oligopolis menurunkan harga, maka oligopolis lain akan mengikutinya. Bila seorang oligopolis ingin menaikkan pangsa pasarnya, tidak bisa  melalui penurunan harga, karena oligopolis yang lain akan mengimbangi penurunan harga tadi.

Kurva permintaan lekuk = Kinked demand curve model. Contoh dalam kategori ini adalah industry rokok, industry mobil, industry semen, jasa penerbangan dan yang lainnya. Kurva permintaan CE lebih elastis disbanding EJ.  Karena adanya asumsi bahwa  oligopolis lain tidak  akan menyesuaikan diri terhadap kenaikan harga melainkan terhadap penurunan harga.

Jenis pasar oligopoly Secara umum terdapat dua jenis, yaitu: Oligopoli murni (pure oligopoly)=barang yang diperjualbelikan bersifat identik. Misalnya: semen, air mineral, seng. Oligopoli terdiferensiasi (differentiated oligopoli)
Adalah pasar dengan barang yang homogen namun dapat dfibedakan. Misalnya sabun, sepeda motor, laptop. Baca artikel senelumnya.

Sruktur Pasar – Persaingan Monopolistik:

Pasar dimana terdapat banyak penjual produk dengan diferensiasi. Umumnya terdapat di sector perdagangan eceran dan jasa dalam perekonomian kita. Contoh semua barang yang bermerek: shampoo, sabun, sepatu, air mineral dll. Karena begitu banyak perusahaam maka aktivitas masing-masing tidak mempunyai pengaruh yang jelas terhadap perusahaan lain dalam industry itu. Perusahaan lain dapat memasuki atau meninggalkan industry itu tanpa banyak kesulitan dalam jangka Panjang. Baca artikel sebelumnya.

PERSAINGAN MURNI ( STRUKTUR PASAR PERSAINGAN SEMPURNA)

PERSAINGAN MURNI  (pure competition) nama lainnya= persaingan sempurna = perfect competition= apabila semua pihak benar-benar mengetahui pasar. Contoh barang= perdagangan hasil-hasil pertanianè beras, terigu, kopra, minyak kelapa dsb. Memasuki bidang usaha ini bisa mulai dalam perdagangan kecil & penyelenggaraan jasa-jasa yang tidak memerlukan keahlian istimewa (pertukangan, kerajinan dsb).

Lihat juga artikel di :

https:/jasagurules.com

https://jasagurulesprivat.com

https://bimbelq.com

https://lesprivatbimbel-q.com

https://lesprivat-tk-

 

BIAYA PRODUKSI

BIAYA PRODUKSI

BIAYA PRODUKSI

KONSEP DASAR DAN PEMBAHASAN SOAL

Biaya produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh produsen untuk membeli input. Input = Faktor-faktor produksi = sumber daya ekonomi. Jika dilihat dari prinsip ekonomi dari sisi produsen, produsen akan meminimalkan input sebagai anggaran yang harus dikeluarkan dalam proses produksi dan memaksimalkan hasil produksi (barang atau jasa) atau dengan kata lain adalah output.  Jadi pokok persoalan ekonomi yag dihadapi oleh produsen adalah : bagaimana sumber-sumber yang terbatas dapat mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Produsen dikatakan berhasil secara ekonomis apabila usahanya itu rendabel atau menghasilkan laba.

INPUT ( BIAYA PRODUKSI ) → PROSES PRODUKSI → OUTPUT

Pengertian biaya dalam ilmu ekonomi diartikan: semua pengorbanan yang perlu untuk sesuatu proses produksi, dinyatakan dalam bentuk uang menurut harga pasar yang berlaku. Pengorbanan yang sesungguhnya adalah pemakaian faktor-faktor produksi atau sumber-sumber ekonomi: bahan-bahan yang habis dipakai, waktu, tenaga dan tenaga yang dicurahkan, peralatan dan mesin terpakai, upak karyawan yang harus dibayar dan sebagainya. Baca artikel sebelumnya.

JENIS-JENIS BIAYA

  1. Biaya tetap (Fixed Cost= FC) ialah biaya yang jumlahnya tetap, tidak bertambah atau berkurang dengan adanya jumlah produk yang dihasilkan. Contoh : sewa bangunan atau sewa tanah tidak bertambah klo jumlah barang yang dihasilkan bertambah banyak.
  2. Biaya Variabel (Variable Cost = VC) ialaha biaya yang jumlahnya berubah-rubah sesuai dengan atau tergantung dari banyak-sedikitnya jumlah produk yang dihasilkan. contoh biaya bahan.

Maka dapat dirumuskan : TC = VC + FC → TC = total Cost. Jika dilihat dari matematika, persamaan ini mirip persamaan garis yaitu : y = mx + c, maka grafiknya adalah sebagai berikut:

BIAYA PRODUKSI : KONSEP DASAR DAN PEMBAHASAN SOAL

kURVA TC = VC + FC | BIAYA PRODUKSI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIAYA PRODUKSI : KONSEP DASAR DAN PEMBAHASAN SOAL

 

BIAYA TOTAL DAN PENERIMAAN TOTAL : TITIK BREAK EVEN ( BREAK EVEN POINT = BEP)

BEP  = Titik Impas ==> menunujukkan bahwa pada jumlah produksi tertentu tidak ada rugi atau tidak ada laba ( TR = TC), karema jumlah biaya total san jumlah penerimaan total sama besar. Baca juga artikel sebelumnya.

GRAFIK BREAK EVEN POINT

 

 

BIAYA PRODUKSI

BIAYA PRODUKSI – KONSEP DASAR DAN PEMBAHASAN SOAL

Lihat juga artikel di :

https:/jasagurules.com

https://jasagurulesprivat.com

https://bimbelq.com

https://lesprivatbimbel-q.com

https://lesprivat-tk-

KONSEP DASAR PERILAKU KONSUMEN

PERILAKU KONSUMEN | KONSEP DASAR PERILAKU KONSUMEN

PERILAKU KONSUMEN | KONSEP DASAR TEORI PRILAKU KONSUMEN

Teori Perilaku Konsumen, materi ini sering muncul di soal-soal tes masuk PTN. Baik itu SBMPTN, UTBK, SIMAK UI, UM UGM dan ter jalur mandiri PTN lainnya.

Persoalan ekonomi konsumen – Perilaku Konsumen

Seorang konsumen atau suatu keluarga di satu pihak berhadapan dengan KEBUTUHAN-KEBUTUHAN HIDUP yang harus dipenuhi, dan yang menentukan apa dan berapa yang ingin dibeli. Di lain pihak dihadapkan dengan HARGA YANG HARUS DIBAYAR serta TERBATASNYA PENGHASILAN yang membatasi apa dan berapa yang dapat dibeli.  Teori Perilaku Konsumen.

Maka persoalannya ialah: bagaimana dengan penghasilan yang tertentu dan terbatas, orang dapat memenuhi semua kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan sebaik mungkin. Teori Perilaku Konsumen.

Menghadapi persoalan ini, seorang konsumen harus bertindak bijaksana dalam mempergunakan/membelanjakan uangnya. Bertindak ekonomis diartikan,”mempertimbangkan hasil dan pengorbanan.”

HASIL

yaitu terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan, yaitu karena kegunaan barang/jasa yang dikonsumsikan. Terpenuhinya kebutuhan itu menimbulkan suatu rasa kepuasan.  Maka hasil yang kita peroleh dari konsumsi barang/jasa biasanya disebut kepuasan (satisfaction). Kemampuan barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia disebut kegunaan/manfaat/faedah (utility). Teori Perilaku Konsumen.

PENGORBANAN

yaitu harga yang harus dibayar atau “usaha’ (kerja, waktu, dll) yang perlu dicurahkan untuk memperoleh barang/jasa yang dibutuhkan. Teori Perilaku Konsumen

Pengambilan keputusan atas berbagai pilihan yang ada akan membentuk pola perilaku konsumen. Dalam teori perilaku konsumen, ada dua pendekatan yang digunakan, yaitu sebagai berikut:

  1. Pendekatan Kardinal (Cardinal Approach) – Teori Perilaku Konsumen

Pendekatan utilitas kardinal menyatakan bahwa utilitas dapat diukur secara langsung melalui angka-angka. Oleh karena itu, pendekatan ini disebut juga dengan pendekatan kardinal (cardinal approach). Teori Perilaku Kondumen.

Kata utilitas berasal dari bahasa Inggris, yaitu utility. Utilitas memiliki satuan yang disebut util. Utilitas yang diperoleh konsumen dalam mengonsumsi dapat berupa utilitas total (total utility) dan utilitas marjinal (marginal utility). Teori utilitas menyatakan utilitas barang dan jasa tertentu tidak bisa diukur dengan skala objektif, konsumen berwenang dalam memberikan peringkat terhadap beberapa alternatif yang berbeda. Teori Perilaku Konsumen.

Dalam pendekatan ini, digunakan konsep Total Utility (TU) dan Marginal Utility (MU). Untuk memahami penerapan pendekatan utilitas kardinal ini, misalnya setelah berolahraga, Anda akan merasa haus. Untuk menghilangkan rasa haus tersebut, Anda memutuskan untuk meminum air dalam gelas. Kali pertama Anda meminum satu gelas air, Anda akan mendapatkan tingkat utilitas atau utilitas tertentu. Selanjutnya, Anda meminum air dalam gelas yang kedua. Dengan mengonsumsi air dalam gelas kedua, total utilitas Anda akan meningkat karena air dalam gelas kedua memberikan tambahan utilitas.

THE LAW OF DIMINISHING MARGINAL  UTILITY – PERILAKU KONSUMEN

Demikian juga, jika Anda memutuskan untuk meminum air dalam gelas ketiga, nilai total utility akan bertambah karena air dalam gelas ketiga memberikan tambahan utilitas. Tambahan utilitas ini disebut utilitas marjinal atau marginal utility . Sejalan dengan hukum utilitas marjinal yang semakin berkurang (the law of diminishing marginal utility), semakin banyak Anda mengonsumsi air, utilitas tambahan yang diperoleh dari mengonsumsi air tersebut semakin berkurang. Utilitas marjinal yang semakin berkurang muncul dari kenyataan bahwa kenikmatan yang

Anda peroleh dari meminum air tersebut akan menurun sejalan dengan makin banyaknya air yang dikonsumsi. Dengan semakin berkurangnya utilitas tambahan tersebut, utilitas total akan meningkat dengan laju yang semakin menurun. Nilai utilitas total akan maksimum pada saat nilai utilitas marjinal sama dengan nol (MU = 0). Teori Perilaku Konsumen.

Konsep preferensi berkaitan dengan kemampuan konsumen menyusun prioritas pilihan agar dapat mengambil keputusan. Minimal ada dua sikap yang berkaitan dengan preferensi konsumen, yaitu lebih suka (prefer) dan sama-sama disukai (indifference). Misalnya, ada dua barang X dan Y, konsumen mengatakan X lebih disukai daripada Y (X > Y) atau X sama-sama disukai seperti Y (X = Y). Tanpa sikap ini perilaku konsumen sulit dianalisis. Teori Perilaku Konsumen.

Hukum Gossen I

Berdasarkan pola konsumsi manusia dalam mengonsumsi satu jenis barang untuk mencapai utilitas maksimum, lahirlah Hukum Gossen I yang dikemukakan oleh Hermann Heinrich Gossen. Pada intinya, hukum ini menyatakan:

”Jika pemenuhan kebutuhan akan satu jenis barang dilakukan secara terus-menerus, utilitas yang dinikmati konsumen akan semakin tinggi, tetapi setiap tambahan konsumsi satu unit barang akan memberikan tambahan utilitas yang semakin kecil.” Teori Perilaku Konsumen.

KEPUASAN TOTAL DAN KEPUASAN MARGINAL

yang diperoleh dari konsumsi ter perhari

Jumlah gelas teh yang dimunum perhari TU = Total kepuasan MU = kepuasan marginal
1 0 6
2 6 4
3 10 2
4 12 1
5 13 ½ ½
6 13 ½ 0
KONSEP DASAR PERILAKU KONSUMEN

Grafik TU dan MU

2. Pendekatan Ordinal

Pendekatan ordinal menyatakan bahwa kepuasan tidak dapat diukur melainkan hanya dapat dibandingkan.  Dalam pendekatan ordinal, kita mengenal konsep : Teori Perilaku Konsumen.

  1. Garis Anggaran ( Budget Line ) Kurva yang menggambarkan kombinasi dari dua macam barang yang dikonsumsi yang menghabiskan anggaran yang sama.

Membagi Penghasilan atas berbagai Barang: Keseimbangan Konsumen

Hukum Gossen II atau keseimbangan konsumen

Pada pokoknya mengatakan:

Seorang konsumen yang bertindak rasional akan membagi-bagi pengeluaran uangnya untuk membeli berbagai macam barang sedemikina rupa hingga kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi secara seimbang ,  artinya sedemikian rupa hingga rupiah terakhir yang dibelanjakan untuk membeli sesuatu memberikan marginal utility yang sama, entah dikeluarkan untuk membeli barang yang satu atau untuk membeli barang yang lain. Baca artikel sebelumnya

 

Secara teoritis kepuasan total akan maksimal dan pemenuhan kebutuhan sebaik mungkin, apabila: Teori Perilaku Konsumen.

PERILAKU KONSUMEN KONSEP DASAR

dan Y habis dibelanjakan:

PERILAKU KONSUMEN KONSEP DASAR

Artinya kepuasan yang diperoleh dari berbagai barang proporsional dengan harga yang harus dibayar untuk memperolehnya. Baca artikel sebelumnya

 

Ilustrasi Budget Line disebut juga garis harga atau GARIS KEMUNGKINANKONSUMSI – Teori Perilaku Konsumen.

Misalkankemungkinan pembelian Makakan dan Pakaian dengan uang sebanyak Rp400.000,00. Y = Rp400.000

 

Makanan

@Rp 20000

Pakaian

@Rp 40000

0

4

10

16

20

10

8

5

2

0

BUDGET LINE

 

 

2. Kurva Indiferensi ( Indifference Curve )= kurva sama suka

Indifferen = samasuka

Kurva indifferent menunjukkan  berbagai kombinasi dua macam barang (dalam contoh ini  Makanan dan Pakaian) yang memberikan taraf kepuasan yang sama. Artinya, jika kita diminta untuk memilih kombinasi mana yang lebih disukai, maka kita akan sulit mengatakan karena nilainya sama saja (utility-nya sama). Teori Perilaku Konsumen.

Sebuah Kurva Indiferensi

 

 

Lihat juga artikel di :

https:/jasagurules.com

https://jasagurulesprivat.com

https://bimbelq.com

https://lesprivatbimbel-q.com

https://lesprivat-tk-

ELASTISITAS HARGA PERMINTAAN & PENAWARAN . INFO :GURU BIMBEL PRIVAT / SEMI PRIVAT KE RUMAH

ELASTISITAS HARGA PERMINTAAN & PENAWARAN

ELASTISITAS HARGA PERMINTAAN & PENAWARAN

Elastisitas Harga Permintaan

Definisi: menunjukkan reaksi pembeli (dalam hal jumlah yang mau dibeli) bila ada perubahan harga, atau:peka-tidaknya jumlah yang mau dibeli terhadap perubahan harga.

Untuk menghitung elastisitas dapat menggunakan rumus:

ELASTISITAS HARGA PERMINTAAN & PENAWARAN . INFO :GURU BIMBEL PRIVAT / SEMI PRIVAT KE RUMAH

Dengan bantuan koefisien elastisitas harga permintaan ini, pengertian elastis dan inelastis dapat ditegaskan: baca artikel sebelumnya

  • Permintaan disebut ELASTIS jika koefisien elastisitas E>1

Maksudnya: % P tertentu menyebabkan (dikuti oleh) % Qd yang lebih besar. Misalnya E = 2 berarti kenaikan harga sebesar 10% menyebabkan jumlah yang mau dibeli berkurang 2×10%=20%.

 

Permintaan disebut ELASTIS SEMPURNA (E=∞), bila kenaikan harga yang amat kecil saja sudah menyebabkan jumlah yang diminta berkurang menjadi 0. dalam hal ini kurva permintaan akan sejajar dengan sumbu horizontal.

  • Permintaan disebut INELASTIS bila koefisien E<1. Artinya % P tertentu menyebabkan (diikuti) % Qd yang lebih kecil. Misalnya E = ½ berarti kenaikan harga sebesar 10% menyebabkan jumlah yang mau dibeli berkurang sebanyak  ½ x 10% = 5%.

Permintaan disebut INELASTIS SEMPURNA (E=0), bila Qd sama sekali tidak peka terhadap perubahan harga. Jika digambarkan, kurve permintaab akan sejajar dengan sumbu tegak.  Dengan demikian halnya dengan barang pusaka, benda seni, benda keramat, yang jumlahnya memang tidak dapat ditambah, berapapun harganya.

  • Elastis disebut UNITER kalau koefisien elastisitas E = 1. Dalam hal ini %P= % Misalnya kenaikan harga dengan 10% menyebabkan (diikuti oleh) berkurangnya jumlah yang diminta dengan 10% juga. Baca artikel sebelumnya

 

Elastisitas dan Pengeluaran/Penerimaan Total(Total Revenue = TR = PxQ)

Elastis: Permintaan elastis (E>1) berarti bahwa  %Qd>%P . Kenaikan P yang relatif kecil menyebabkan berkurangnya Qd yang lebih besar. Akibatnya PxQ berkurang.

Disingkat:

INELASTIS: Permintaan elastis (E<1) berarti bahwa  %Qd<%P . Kenaikan P tidak akan banyak mengurangi Qd, sehingga PxQ akan bertambah. Menurunkan harga justru akan berakibat menurunkan penerimaan total.

Disingkat:

 

Elastisitas P TR Hubungan
Elastis (-)
Inelastis (+)

 

Jika Anda merasa lebih nyaman belajar di rumah, namun ingin guru berkualitas plus kurikulum setara Bimbel ternama? Bimbel-Q pilihan yang tepat.

BIMBEL-Q = GURU PRIVAT+ KURIKULUM BIMBEL. Metode Bimbel-Q menggabungkan keunggulan metode belajar bimbel konvensional dan guru privat (sekaligus menutupi kekurangan keduanya). Ikut Bimbel-Q, berarti anda mendapatkan kurikulum standar bimbel besar…plus kenyamanan belajar di rumah ala guru privat. baca artikel sebelumnya

For more info

call/ WA: 081218857007

ELASTISITAS HARGA PERMINTAAN & PENAWARAN . INFO :GURU BIMBEL PRIVAT / SEMI PRIVAT KE RUMAH

Lihat juga artikel di :

https:/jasagurules.com

https://jasagurulesprivat.com

https://bimbelq.com

https://lesprivatbimbel-q.com

https://lesprivat-tk-sd

FUNGSI KONSUMSI, TABUNGAN & PENDAPATAN KESEIMBANGAN

FUNGSI KONSUMSI, TABUNGAN & PENDAPATAN KESEIMBANGAN

Hubungan antara Konsumsi, Tabungan dan Pendapatan Nasional.

Secara umum penggunaan pendapatan nasional dialokasikan ( FUNGSI KONSUMSI, TABUNGAN DAN PENDAPATAN KESEIMBANGAN ):

  • Bagi masyarakat (RTK)

Y = C + S, berarti:

C = Y – S dan S = Y – C

Dalam hal ini bagian pendapatan nasional (Y) yang tidak dikonsumsikan disebut tabungan (S). Baca juga artikel sebelumnya.

 

  • Bagi Perusahaan (RTP)

Y = C + I, berarti:

C = Y – I dan  I = Y – C

Dimana:

Y (Yncome)  =  Pendapatan nasional, sehingga konsumsi merupakan fungsi dari pendapatan nasional, atau: C = f (Y)

Fungsi Konsumsi

Dapat di tulis :

FUNGSI KONSUMSI, TABUNGAN DAN PENDAPATAN KESEIMBANGAN | INFO BIMBEL PRIVAT / SEMI PRIVAT

Dimana:

a = Co = intercept, yaitu nilai konsumsi nasinal minimum, jika Y = 0 (konsumsi otonom)

b = Marginal Propencitu to Consume (MPC) = Kecenderungaj ntuk mengkonsumsi.

a dan b = konstan

FUNGSI KONSUMSI, TABUNGAN & PENDAPATAN KESEIMBANGAN

Fungsi Tabungan:

Dapat di tulis:

FUNGSI KONSUMSI, TABUNGAN DAN PENDAPATAN KESEIMBANGAN

-a = S0 = tabungan otonom

(1-b) = S = Marginal Prospensity to saving (MPS).

Berdasarkan kedua fungsi di atas:

MPC + MPS = 1

Dimana:

  • MPC atau b≤1

MPC = 1 jika MPS = 0

MPS < 1

  • MPC atau ΔC / ΔY
  • MPS = ΔS/ΔY, atau :

MPS = 1 – MPC

 

Pendapatan dalam Keseimbangan  Fungsi Konsumsi

Ini terjadi jika:

  • Pendapatan nasional seimbang dengan konsumsi (National Income Equilibrium = NIE/ Break Event Yncome), maka:

Y = C , berarti S = 0

  • Apabla pemerintah melakukan investasi maka NIE (BEY) adalah:  Y = C + I
  • Apabila pemerintah melakukan pengeluaran, maka NIE (BEY) adalah :  Y = C + I + G

Dimana:

G = Goverment Expense/ pengeluaran pemerintah

Muliplier Pendapatan Nasional fungsi konsumsi

  • Investasi/saving Multiplier (Pelipat Gandaan) adalah satu angka investasi atau saving yang menghasilkan variable lain misalnya tingkat pendapatan nasional.

 

Angka kelipatan investasi ini sering dituliskan dengan   α 

Rumus umum multiplier (kefisien):

ΔY = α ΔS

ΔY = α ΔI

FUNGSI KONSUMSI, TABUNGAN DAN PENDAPATAN KESEIMBANGAN

 

(disebut juga akselelator, yaitu berarti: ΔY = f (ΔI)

Keseimbangan Perekonomian (Closed Economy).

 Keseimbangan Perekonomian (Closed Economy) suatu negara terjadi apabila:

  • Y = C + I

Karena fungsi C = a + b Y, maka Y = (a +bY) + I

  • I = S

Jenis dan Asal Investasi

Jenis dan asal investasi dapat dibedakan menjadi:

  1. Investasi otonom (Autonom Investment)

Adalah bentuk investasi tanpa banyak terikat pada variabel ekonomi yang ada, misalnya tingkat bunga, konsumsi bahkan perubahan pendapatan, yang biasanya dilakukan pemerintah demi kepentingan umum.

 

  1. Induce Investment

Adalah peningkatan investasi baru yang disebabkan oleh adanya pertambahan dan pengeluaran konsumen. Jelasnya investasi ini dilakukan oleh masyarakat  karena peningkatan hasil penjualan, penurunan biaya produksi dan kepercayaan (harapan) dunia bisnis.

 

Hukum Engel adalah: makin tinggi penghasilan suatu keluarga, makin besar pula jumlah uang yang dikeluarkan untuk kebutuhan primer, khususnya makanan. Tetapi secara relatif (dinyatakan sebagai % dari seluruh pengeluarannya) bagian yang dikeluarkan untuk kebutuhan primer (makanan) semakin kecil, sedang bagian untuk kebutuhan lain-lain semakin besar.

Fungsi konsumsi dan fungsi saving setelah ada kebijaksanaan fiskal.

 Secara matematis dapat di tulis sebagai berikut: Yd = Y + Tr = Tx

di mana:

Yd = disponsible income

Tr =  transfer payment

Tx =  tax

 

Y = C + I + G

Pendapatan Nasional ekuilibrium:

dimana:

Y = pendapatan nasional ekuilibrium

C=  pengeluaran konsumsi masyarakat

I=  Investasi

G = besarnya government expenditure

Pengaruh terhadap Multiplier:

Lihat juga artikel di :

https:/jasagurules.com

https://jasagurulesprivat.com

https://bimbelq.com

https://lesprivatbimbel-q.com

https://lesprivat-tk-sd

KESEIMBANGAN PASAR | EKONOMI KELAS 10

KESEIMBANGAN PASAR | EKONOMI KELAS 10

Kesimbangan Pasar → Pasar suatu barang dikatakan berada dalam keseimbangan bila jumlah barang yang diminta di pasar itu sama dengan jumlah barang yang ditawarkan di pasar tersebut.  Secara matematis ditunjukkan oleh kesamaan Qd=Qs, yakni perpotongan kurva permintaan dan kurva penawaran. Baca artikel sebelumnya.

Harga Kesimbangan Pasar

Tabel 1

Px (Rp) QDx QSx
6 2.000 8.000
5 3.000 6.000
4 4.000 4.000
3 5.000 2.000
2 6.000 0

Keseimbangan Pasar

Macam-macam golongan pembeli dan penjual yang terjadi di pasar:

  • Ada 3 golongan pembeli yaitu:
    1. pembeli supermarjinal: pembeli yang daya belinya > harga pasar
    2. Konsumen  *marginal : daya beli = He
    3. pembeli submarjinal: pembeli yang daya belinya < harga pasar
  • Ada 3 golongan penjual yaitu:
    1. penjual supermarjinal: penjual yang harga pokoknya < harga pasar
    2. produsen marginal adalah penjual dimana harga pokoknya sama dengan harga pasar
    3. penjual submarjinal: penjual yang harga pokoknya > harga pasar.

Premi konsumen = keuntungan yang diperoleh oleh pembeli supermarjinal

Premi produsen = keuntungan yang diperoleh penjual supermarjinal.

Macam-macam pembeli:

  1. Pembeli efektif/potensial adalah pembeli yang didukung daya beli
  2. Pembeli absolut/mutlak adalah pembeli yang tidak berdaya beli.

 

PERUBAHAN DALAM PENAWARAN – Pengaruh terhadap Keseimbangan Pasar

Jika S bertambah, P cenderung turun dan Q akan bertambah.

Jadi harga turun karena ada perubahan dalam penawaran (bukan perubahan harga yang meyebabkan perubahan dalam jumlah yang ditawarkan!!).

 Contoh:

Keadaan sebelum panen (Qs) dan sesudah panen (Qs’).

PERUBAHAN DALAM PERMINTAAN

 

Kesimbangan Pasar materi ekonomi kelas 10

 

Jika permintaan masyarakat bertambah, harga cenderung naik dan & jumlah yang diperjualbelikan akan bertambah. Materi: Kesimbangan Pasar

Contoh:

perubahan musim terhadap harga payung

PERUBAHAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN

a. Idul Fitri

Sekitar hari raya idul fitri harga berbagai macam barang biasanya naik. Karena banyak orang ingin membeli (misalnya pakaian baru). Sehingga harga naik karena jumlah yang mau dibeli lebih besar dari pada jumlah yang tersedia untuk dijual pada harga itu (Qd>Qs). Maka pemecahannya harus dicari dalam penambahan supply.

Kesimbangan Pasar materi ekonomi kelas 10b.  Kenaikan gaji pegawai

Kenaikan gaji berarti penghasilan para pegawai bertambah, sehingga jumlah uang yang dapat dibelanjakan lebih banyak. Ini menyebabkan permintaan masyarakat bertambah, dan kurve permintaan bergeser ke kanan menjadi kurve D’.

Tetapi para penjual juga ingin mendapat sekedar tambahan pendapatan. Maka harga-harga dinaikkan. Para penjual tahu, bahwa masyarakat tetap akan mampu membayar, juga kalau harga lebih tinggi sedikit. Ini berarti bahwa Q yang sama sekarang hanya mau dijual pada harga lebih tinggi.

Kesimbangan Pasar materi ekonomi kelas 10c.  Pengaruh pajak dan subsidi terhadap Keseimbangan Pasar

  • Pajak tak langsung harus dibayar oleh produsen, tetapi oleh produsen/penjual di bebankan kepada pembeli dalam bentuk harga jual yang lebih tinggi. Misalkan pajak yang harus dibayar adalah t (=jumlah tertentu) untuk setiap unit, maka:  baca artikel sebelumnya
    • Sebelum pajakfungsi penawaran: P = mQs + c
    • Setelah pajak fungsi penawaran: P = mQs + c + t

Kurve S’ baru sejajar dengan S naik ke atas sebesar t.

E = titik keseimbangan sebelum pajak

E = titik keseimbangan setelah pajak

Pajak Spesifik – Pengaruhnya terhadap keseimbangan Pasar

  • Mengakibatkan harga (P) naik, dan jumlah barang (Q) menurun.
  • Rumus: P = mQs + C +t

dimana: t = pajak/unit

Pajak konsumen (tk)=P’e – Pe

Pajak produsen (tp) = t – tk

Jadi, pajak yang diterima oleh pemerintah (T) =  Q’e x T

Dimana:

T   = pajak/unit

P’e= harga setelah pajak

Pe = harga barang sebelum pajak

Q’e= jumlah barang setelah pajak

 

Pajak Proporsional – Materi : Keseimbangan Pasar

  • Mengakibatkan harga (P) naik dan jumlah barang (Q) menurun.
  • Rumus: P = mQs + c + t.%p

dimana: t = pajak dalam %

  • Besar pajak ditanggung bersama oleh konsumen dan produsen, dengan peritungan:

Pajak yang diterima oleh pemerintah per unit = t ×  P’e

Tax/pajak konsumen (tk)=P’e – Pe

Pajak produsen (tp) = t – tk

Jadi, pajak total yang diterima oleh pemerintah (T) = Q’e × t.

Dimana:

t   = pajak dalam %, yang diperhitungkan kepada harga jual (Ps).

  • Bila pemerintah memberikan subsidi maka keadaan terbalik yaitu harga jual akan menjadi lebih rendah.
    • Sebelum subsidi fungsi penawaran: P = mQs + c
    • Fungsi penawaran stekah Subsidi: P = mQs + c – s

Kesimbangan Pasar materi ekonomi kelas 10

Kurve S’ baru sejajar dengan S naik ke atas sebesar s.

E = titik keseimbangan sebelum subsidi

E = titik keseimbangan setelah subsidi

 Subsidi Spesifik

  • Mengakibatkan harga (P) turun, dan jumlah barang (Q) bertambah.
  • Rumus: P = mQs + C -s

s = subsidi/unit

  • Besar subsidi yang diterima bersama oleh konsumen dan produsen, dengan perhitungan:
  • Subsidi yang diterima secara tidak langsung oleh konsumen perunit: (sk)=Pe – P’e
  • Subsidi yang diterima produsen perunit: (sp) = s – sk
  • Subsidi yang dibayar oleh pemerintah (T) = Q’e × s

Dimana:

s   = pajak/unit

P’e= harga setelah subsidi

Pe = harga barang sebelum subsidi

Q’e= jumlah barang setelah subsidi

Sumber: PENGANTAR ILMU EKONOMI Bagian Mikro Jilid 1 Drs.T. Gilarso

Baca juga artikel di :

https://www.bimbelq.com

 

 

TEORI DASAR EKONOMI

TEORI DASAR EKONOMI

TEORI DASAR EKONOMI

TEORI DASAR EKONOMI

TEORI DASAR EKONOMI

  • KONSEP DASAR EKONOMI

Kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani = “Oikos” = Rumah tangga dan “Nomos” = aturan, jadi ekonomi adalah aturan rumah tangga. Rumah tangga yang dimaksud adalah arti rumah tangga secara luas. Rumah tanga yang dimaksud disinai adalah setiap bentuk kerjasama manusia untuk mencapai kemakmuran atas dasar prinsip ekonomi, misalkan rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen, rumah tangga pemerintah. Selanjutnya ketiga rumah tangga ini desebut Pelaku Ekonomi.

Karena ekonomi adalah bentuk kerjasama untuk mencapai kemakmuran, maka ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhannya untuk mencapai kemakmuran.

Kemakmuran adalah kemampuan manusia untuk memenuhi kebutuhannya dengan sebaik-baiknya dengan alat pemuas yang ada. Artinya seorang yang makmur dalah seorang yang relatif seluruh kebutuhannya terpenuhi (Kebutuhan = alat pemuas)

  • MASALAH EKONOMI

Suatu keadaan  dimana kebutuhan masyarakat lebih banyak dibandingkan alat pemenuhan kebutuhan (Faktor-faktor produksi) disebut kelangkaan (Scarcity).

Kebutuhan masyarakat yang dimaksud adalah keinginan masyarakat untuk memperoleh dan mengkonsumsikan barang dan jasa. Keinginan yang disertai dengan kemampuan untuk membeli dinamakan permintaan efektif.

Faktor-faktor produksi: adalah benda-benda yang  disediakan oleh alam atau dociptakan oleh manusia, yang dapat digunakan untuk memperoleh barang-barang dan jasa-jasa.Faktor-faktor produksi adakalanya dinyatakan dengan istilah lain, yaitu Sumber-sumber daya.

Faktor-faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian dibedakan dalam empat golongan, yaitu (i) tanah dan sumber alam, (ii) tenaga kerja, (iii) modal, dan (iv) keahlian keusahawanan(Skill)

Masalah kelangkaan, terjadi karena kebutuhan penduduk tidak terbatas sementara alat pemuas (Sumber daya) terbatas. Sehingga dalam kegiatan memproduksi atau menggunakan barang dan jasa, setiap pelaku kegiatan ekonomi harus membuat pilihan-pilihan(alternatif), agar sumber-sumber daya yang tersedia digunakan secara efisien dan akan mewujudkan kesejahteraan yang paling maksimum kepada individu dan masyarakat (memberikan Kepuasan  yang maksimum).

Dengan demikian persoalan pokok yang diterangkan dalam analisis ekonomi pada hakekatnya bertujuan untuk menjawab pertanyaan berikut:

Bagaimanakah caranya menggunakan sumber-sumber daya atau pendapatan tertentu agar penggunaan tersebut dapat memberikan kepuasan dan kemakmuran yang maksimum kepada individu dan masyarakat?

Yang menjadi permasalahan pokok dalam perekonomian modern adalah….

  • What: Barang apa yang harus diproduksi?
  • How: Bagaimana cara memproduksi?

For Whom: Untuk siapa diproduksi?

 

  • JENIS-JENIS ANALISIS EKONOMI

Analisis ekonomi dapat dibedakan kepada 3 golongan, yaitu:

  1. Ekonomi lukisan (Descriptive Economics) ialah ilmu ekonomi yang hanya menggambarkan satu masalah peristiwa-peristiwa ekonomi suatu negara secara khusus tanpa mengadakan pembahasan.
  2. Ekonomi Teori (Analysa Economics), yaitu ilmu yang bertugas menerangkan hubungan peristiwa-peristiwa ekonomi dan kemudia merumuskan hubungan-hubungan itu dalam suatu hukum ekonomi.

Ekonomi teori ini terbagi menjadi:

  • Ekonomi makro: yaitu peninjauan masalah ekonomi secara menyeluruh
  • Ekonomi mikro: yaitu peninjauan masalah ekonomi secara khusus dari suatu rumah tangga ekonomi tertentu.
  1. Ekonomi terapan (Aplied Economics), yaitu ilmu ekonomi yang dipraktekkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Contoh: Ilmu ekonomii perusahaan, ekonomi koperasi, ekonomi moneter dll

Persoalan dalam ilmu ekonomi ada yang merupakan pernyataan positif (ekonomi positif) dan pernyataan normatif (Ekonomi normatif).

Ekonomi positif: yaitu ilmu ekonomi yang membahas deskripsi mengenai fakta, situasi dan hubungan yang terjadi dalam kehidupan ekonomi yang sebenarnya. Ilmu ekonomi yang membahas kejadian perekonomian yang terjadi sebenarnya).

Ekonomi normatif: yaitu aspek ilmu ekonomi yang membahas pertimbangan etika dan nilai yang dirangkum oleh kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi. Untuk mencapai tujuan ideal (tertentu) dai ilmu ekonomi. Dengan kata lain yaitu

ilmu ekonomi yang berusaha membahas masalah ekonomi bagaimana seharusnya.

  • TUGAS DAN METODE PENYELIDIKAN ILMU EKONOMI

Tugas ilmu ekonomi adalah menyelidiki bagaimana seharusnya manusia bertindak dalam menghadapi kebutuhan yang tidak terbatas dan alat pemuas kebutuhan yang terbatas jumlahnya, sehingga manusia dapat menjadi makmur.

Metode penyelidikan ilmu ekonomi ada 2

  1. Metode induksi /empiris

Yaitu metode penyelidikan yang berangkat dari peistiwa-peristiwa ekonomi yang terjadi, kemudian dianalisis, ditarik kesimpulan dan barulah ditetapkan dalil/hukum.

  1. Metode deduksi/abstrak

Yaitu suatu penyelidikan yang didasarkan atas dalil-dalil ekonomi yang menurut pikiran logis, kemudian dianalisis dengan cara membandingkan dengan kejadian di lapangan dan ditariklah kesimpulan dari peristiwa umum tadi.

 

  • POLITIK DAN HUKUM EKONOMI
  1. Politik ekonomi

adalah keeseluruhan tindakan pemerintah yang bertujuan untuk mempengaruhi secara langsung  atau tidak langsung agar kehidupan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik.

  1. Hukum ekonomi

Adalah keseluruhan rumusan yang berlaku umum yang menggambarkan pertalian peristiwa ekonomi yang satu dengan peristiwa ekonomi lainnya.

 

Siswa hubungan hukum ekonomi dibagi 2 yaitu:

  1. Kausal(Sebab akibat)
  2. Peristiwa ekonomi yang satu mengainatkan peristiwa ekonomi yang lainnya, tetapi tidak bisa sebaliknya.

    Contoh: kenaikan gaji pegawai menyebabkan kenaikan harga. Dan tidak selalu ada kenaikan harga menyebabkan kenaikan gaji.

    1. Fungsional (independence = saling mempengaruhi)

    Contoh: hukum permintaan

    Banyaknya jumlah permintaan akan menyebabkan harga cenderung naik. Dan sebaliknya jika harga turun maka jumlah permintaan akan naik. Jadi harga dan permintaan dapat saling mempengaruhi.

     

    Sifat keberlakuan hukum ekonomi:

    1. Reltif\artinya tidak mutlak seperti ilmu pasti
    2. Tendens artinya bersifat kecenderungan
    3. Berlaku syarat”Cateris paribus” (jika keadaan lain tetap, pendapatan dan psikologi tetap tidak berubah)

     

    • PRINSIP, MOTIF, DAN TINDAKAN EKONOMI
    1. Prinsip ekonomi

    Dengan pengorbanan tertentu berusaha untuk memperoleh hasil yang maksimal

     

    1. Tindakan ekonomi

    Adalah segala tindakan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya selalu berpegang pada prinsip ekonomi senantiasa hidup hemat dan menyusun skala prioritas.

     

    1. Motif ekonomiAdalah keinginan yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi. Tujuan akhir dari motif ekonomi adalah tercapai kemakmuran. Berikut ini adaah termasuk motif-motif ekonomi:
      • Keinginan untuk menjadi makmur
      • Keinginan untuk memperoleh kekuasaan dan kepuasan
      • Keinginan untuk memperoleh penghargaan dari masyarakat
      • keinginan untuk melakukan kegiatan sosial.

       

      • KEBUTUHAN DAN JENIS-JENIS KEBUTUHAN, BARANG DAN KEGUNAAN BARANG SERTA JENIS-JENIS BARANG

      Kebutuhan adalah keinginan terhadap suatu atau jasa yang pemuasannya dapat dilaksanakan baik secara jasmani maupun rohani.

      Macam-macam dan jumlah kebutuhan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:

      • Faktor alam
      • peradaban dan kebudayaan
      • lingkungan masayarakat
      • meniru orang lain (Demonstrasi effect)


      Jenis-jenis kebutuhan

      Menurut Jenis kebutuhan contoh
      1.  Intensitas 1.           Primer

      2.           Sekunder

      3.           tersier/lux

      ð  sandang, pangan, papan

      ð  perabotan rumah tangga

      ð  mobil BMW

      2.  Waktunya 1.           Sekarang

      2.           Yang akan datang

      ð  obat bagi yang sakit

      ð  air bagi yang haus

      ð  menabung

      3.  Sifatnya 1.           Jasmani/material

      2.           Rohani/spiritual

      ð  makanan, rumah, dll

      ð  agama, rekreasi pendidikan dll

      4.  Subjeknya 1.           Individu

      2.           kelompok

      ð  Cangkul bagi petani,dasi bagi manager

      ð  Pasar, jalan raya, dll.

       

       

      Barang adalah segala sesuatu untuk pemuas kebutuhan manusia. Pembagian jenis-jenis barang  lihat tabel berikut:

       

      Menurut Jenis Barang contoh:
      Wujudnya 1.      Barang konkret/nyata:(ada wujudnya)

      2.      barang abstrak (jasa)

      ð  meja, kursi, makanan dll

      ð  jas guru, dokter, sopir dll

      Cara memperolehnya 1.       benda ekonomi (adanya terbatas dan perlu pengorbanan untuk memperolehnya).

      2.       benda bebas/non ekonomi (jumlah tak terbatas dan untuk memperolehnya tidak perlu pengorbanan)

      ð  mobil, rumah, buku dll

       

       

      ð  air laut, udara, air hujan, dll.

      Keguanaanya 1.       Barang konsumsi (yang langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia)

      2.       Barang produksi (tidak langsung memenuhi kebutuhan manusia, melainkan untuk menghasilkan barang lagi).

      ð  makanan, pakaian dll.

       

       

      ð  mesin, barang modal, bahan baku, dll.

      Hubungannya dengan benda lain 1.       barang substutusi (saling menggantikan)

      2.       barang komplementer (saling melengkapi)

      ð  nsi dengan roti, rotan dengan akar

      ð  mobil denganbensin, bollpoint dengan tinta

       

      Sedangkan jenis kegunaan benda (Utilitas) untuk memenuhi kebutuhan terdiri dari:

      1. Elemen utility: benda berguna karena mempunyai Zat asli yang dibutuhkan manusia. contoh: telur, umbi-umbian dll