Pengetahuan Dasar Pemetaan, Pengindraan Jauh, dan SIG

Pengetahuan Dasar Pemetaan, Pengindraan Jauh, dan SIG

A. PENGERTIAN, JENIS, DAN FUNGSI PETA  Pengetahuan Dasar Pemetaan

Pengertian Peta Pengetahuan Dasar Pemetaan

  1. Peta secara umum adalah gambaran permukaan bumi yang dilakukan menggunakan suatu sistem proyeksi dengan skala tertentu sehingga dapat disajikan dalam bidang datar.
  2. Menurut Perhimpunan Kartografi Internasional (International Cartographic Assosiation), peta merupakan gambaran atau representasi unsur-unsur kenampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi atau benda-benda angkasa.
  3. Contoh peta adalah peta dunia yang menggambarkan letak dan batas negara, peta persebaran flora dan fauna, dan peta astronomi. baca artikel sebelumnya!
  4. Ada tiga hal penting yang terkait dengan peta, yaitu sebagai berikut,
    a. Ada pemilihan fenomena muka bumi yang dianggap penting sesuai dengan tema dan judul peta.
    b. Ada proses pemindahan bentuk muka bumi dalam bidang datar dengan menggunakan sistem proyeksi.
    c. Ada proses pengecilan ukuran muka bumi yang sebenarnya dengan menggunakan skala.

Jenis-Jenis Peta Pengetahuan Dasar Pemetaan

  1. Ada berbagai jenis peta, di antaranya peta foto dan peta garis.
    a. Peta foto dihasilkan dari mozaik gabungan foto udara atau citra satelit yang sudah terkoreksi secara geometris.
    b. Peta garis adalah peta yang menyajikan kenampakan alami dan buatan manusiadalam bentuk titik, garis, dan area luasan.
  2. Peta dapat diklasifikasikan menurut karakteristiknya antara lain sebagai berikur,
    Berdasarkan selanya •      Peta kadaster atau peta teknik, yaitu peta dengan skala yang sangat besar antara 1:100-1:5.000.

    •      Peta skala besar, yaitu peta dengan skala antara 1:5.000-1:250.000.

    •      Peta skala sedang, yaitu peta yang memiliki skala antara 1:250.000-1:500.000.

    •      Peta skaa kecil, yaitu pela yang memiliki skala antara antara 1:50O OCO-1:1.000.000.

    •      Peta skala geografis atau peta dunia.

    Berdasarkan is dan info’masi yang disajikan •      Pela umum, yaitu peta yang menggambarkan sega a sesuatu di pcrmiAaan bumi secara umum. Peta umum doagi menjadi dua, yaitu peta chorografi dan topografi

    Peta chorografi ada ah peta yang menampilkan permukaan bumi secara umum.

    Peta topografi acalah peta yang menampilkan relief atau bentuk oormukaan bumi.

    •      Peta tematik, yaitu peta yarg menggambarkan ke’ampakan fenomena tertentu di permukaan bumi. Misalnya, peta kepadatan penduduk dan peta pertambangan atau peta arkeologi.

Fungsi dan Tujuan Pembuatan Peta Pengetahuan Dasar Pemetaan

  1. Fungsi pembuatan peta antara ain sebagai berikut.
    a. Merujukkan posisi atau lokasi suatu wilayah di muka bumi.
    b. Memperlihatkan atau menggambarkan fenomena-fenomena dan bentuk-bentuk pada permukaan bumi.
    c. Memperlihatkan ukuran, luas daerah, dan jarak di permukaan bumi.
    d. Menyajikan informasi dalam konteks keruangan.
  2. Tujuan pembuatan peta antara lain sebagai berikut,
    a. Membantu suatu pekerjaan, misalnya untuk konstruksi.
    b. Analisis data spasial. Baca artikel sebelumnya!
    c. Menyimpan informasi.
    d. Membantu dalam pembuatan suatu desain.
    e. Komunikasi informas ruang.

KETERAMPILAN DASAR MEMBACA DAN MEMBUAT PETA Pengetahuan Dasar Pemetaan

Komponen Peta 

  1. Judul peta. Judul peta memuat informasi sesuai dengan isi informasi peta.
  2. Garis tepi (border). Garis tepi adalah garis yang terletak di bagian tepi peta dan ujung-ujung tiap garis bertemu dengan ujung garis yang berdekatan.
  3. Orientasi. Orientasi peta atau diagram penunjuk arah menunjukkan posisi dan arah suatu titik maupun wilayah. Orientasi peta biasanya berbentuk tanda panah yang menunjuk ke arah utara.
  4. Skala peta.
    Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik sembarang atau luas wilayah di peta dan jarak sebenarnya dengan satuan ukur yang sama.
    Ada tiga bentuk penyajian skala, yaitu sebagai berikut.
    a. Skala pecahan (numerik) adalah skala yang dinyatakan dalam bentuk angka perbandingan atau pecahan. Misalnya, 1:250.000.
    b. Skala garis (grafis) adalah skala yang dinyatakan dalam bentuk sebuah ruas garis bilangan atau batang pengukur. Misalnya, skala 1:1000.000.
    c. Skala kalimat (skala verbal) adalah skala yang dinyatakan dalam bentuk kalimat. Contohnya, kita menemukan kalimat “1 inch to 1 mile”.
  5. Legenda atau keterangan peta. Legenda peta memuat keterangan semua simbol yang terdapat pada peta agar mudah dipahami.
  6.  Koordinat (garis bujur dan garis lintang). Garis bujur dan garis lintang biasanya ditunjukkan dengan satuan derajat. Baca artikel sebelumnya!
  7. Simbol peta. Simbol peta digunakan untuk mewakili benda yang sebenarnya. Agar simbol yang digunakan pada peta dapat memberikan informasi yang tepat, simbol harus sederhana, mudah dimengerti, dan bersifat umum. Berdasarkan bentuknya, ada tujuh kategori simbol peta, yaitu simbol titik, garis, wilayah, aliran, batang, lingkaran, dan bola. Syarat simbol peta yang baik adalah sebagai berikut.

    a. Sederhana.
    b. Kecil, agar tidak terlalu memerlukan banyak ruang pada peta.
    c. Jelas, agar tidak menimbulkan salah tafsir bagi pembaca.

  8. Lettering, adalah tulisan bermakna yang terdapat pada peta. Bentuk huruf meliputi huruf kapital, huruf kecil, kombinasi huruf kapital-kecil, tegak, dan miring.
  9. Warna peta. Warna lazim digunakan untuk menonjolkan perbedaan objek pada peta. Perbedaan objek tersebut digambarkan dengan warna yang berbeda.
  10. Sumber peta dan tahun pembuatan. Sumber peta menunjukkan sumber data yang digunakan dalam pembuatan peta. Sementara itu, tahun pembuatan dapat membantu pembaca untuk menganalisis berbagai kecenderungan perubahan fenomena dari waktu ke waktu.

Menentukan Letak dan Toponimi Pengetahuan Dasar Pemetaan

Dalam menentukan letak dan unsur geografi, ada aturan yang sudah disepakati bersama. Aturan-aturan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Nama tempat (desa atau kota), pemberian nama tempat dengan cara salah satu huruf menempel pada desa atau kota tersebut. Contoh: DKI Jakarta.
  2. Sungai, arah sungai mengalir ke arah utara-selatan atau selatan-utara, huruf diletakkan di sebelah kiri.
  3. Samudra/laut, huruf harus memenuhi samudra.
  4. Selat dan teluk, penulisan harus mengikuti bentuk selat dan teluk.
  5. Pulau, ditulis sepanjang pulau.
  6. Pelabuhan, huruf diletakkan di atas laut.
  7. Pegunungan, ditulis disepanjang pegunungan.
  8. Puncak gunung, ditulis melingkar tetapi hanya setengah lingkaran.
  9. Danau/rawa, ditulis di dalam danau atau rawa.
  10. Jalan raya, penulisan diletakkan di sebelah kiri jalan. Baca artikel sebelumnya!

Memperbesar dan Memperkecil Skala Pengetahuan Dasar Pemetaan

  1. Menghitung skala. Untuk mengetahui skala pada suatu peta yang tidak tercantum dapat dilakukan dengan cara berikut.A. Membandingkan dengan peta lain dengan syarat cakupan daerahnya sama.
  2. Pengetahuan Dasar Pemetaan
    Pengetahuan Dasar Pemetaan

     

    Keterangan:
    P2 = penyebut skala peta yang akan dicari
    d1= jarak pada peta yang sudah diketahui skalanya
    d2 = jarak pada peta yang akan dicari skalanya
    P1= penyebut skala peta yang sudah diketahui skalanya
    B. Membandingkan suatu jarak horizontal di peta dengan jarak yang mewakilinya di peta.
    Contoh:
    Jarak antara X dan Y di peta 8 cm. Jarak X-Y di lapangan adalah 400 m. Jadi, skala peta adalah sebagai
    berikut.
    8 cm : 400.000 cm = 1 : 50.000
    Jadi, skala peta adalah 1 : 50.000.
    C. Menghitung interval kontur (Ci)
    Ci = 2″5Qo x penyebut skala
    Contoh:
    Diketahui interval kontur (Ci) suatu peta adalah 50 m.
    50 = 2-QQ0 x penyebut skala penyebut skala = 50 x 2.000 = 100.000 Jadi, skalanya 1 : 100.000

     2. Menghitung jarak sebenarnya di lapangan

A. Menghitung jarak dapat dilakukan dengan cara mengalikan jarak pada peta dengan skalanya. Menghitung jarak pada peta dapat diukur menggunakan penggaris untuk mengetahui panjangnya.
Contoh:
Jarak antara kota X dan kota Y di peta 8 cm. Skala peta adalah 1     25.000. Berapakah jarak sesungguhnya                   antara kota X dan kota Y?
Jawab:
Untuk menentukan jarak antara kota X dan kota Y adalah dengan mengalikan jarak kota X dan kota Y di peta, yaitu 8 cm dengan skala peta 1 : 25.000. Jadi, hasilnya adalah 1 : 200.000. Setelah itu, satuannya dikonversikan menjadi km. Jadi, jarak antara kota X dan kota Y sesungguhnya adalah 2 km.

B. Memperbesar dan memperkecil skala. Pengetahuan Dasar Pemetaan

Memperbesar dan memperkecil ceta dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menggunakan sistem grid. pantograf, dan fotokopi.
-Sistem grid, Sistem grid digunakan untuk mempermudah perhitungan luas area dalam peta yang disajikan.                   Sistem grid disajikan dalam bentuk petak-petak persegi dengan luas area yang sama tergantung dengan                        kebutuhan.
– Menggunakan alat pantograf. Pantograf adalah alat untuk memperbesar atau memperkecil sebuah peta atau                gambar.
– Menggunakan mesin fotokopi. Mesin fotokopi dapat digunakan untuk memperbesar atau memperkecil peta.

Keterampilan Membuat Peta 

Dalam pembuatan peta, diperlukan beberapa proses. Proses-proses tersebut adalah sebagai berikut.
Pengumpulan data.
1. Tahap pemetaan.
2. Penyajian peta.
3. Penyajian dalam bentuk grafis. Baca artikel sebelumnya!

C. PROYEKSI PETA Pengetahuan Dasar Pemetaan

Jenis-Jenis Proyeksi Peta.

 

pengetahuan dasar pemetaan
pengetahuan dasar pemetaan
pengetahuan dasar pemetaan
pengetahuan dasar pemetaan

 

D. PENGINDRAAN JAUH Pengetahuan Dasar Pemetaan

Definisi Pengindraan Jauh

  1. Pengindraan jauh umumnya mengacu pada kegiatan pencatatan/mengamati/mempersepsi (merasakan) benda atau peristiwa di tempat yang auh. Pada pengindraan jauh, objek atau peristiwa yang diamati membutuhkan media intervensi untuk sampai ke sensor (alat pengindra).
  2. Menurut Lillesand dan Kiefer, pengindraan jauh adalah ilmu dan seni memperoleh informasi mengenai suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dari alat perekam (sensor) yang menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai media perantaranya tanpa menyentuh objek, daerah, dan fenomena tersebut
  3. Menurut David T. Lindgren, pengindraan jauh adalah berbagai teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan menganalisis informasi tentang bumi.
  4. Menurut Paul J. Curran, pengindraan jauh adalah penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang zaoat diinterpretasikan agar informasi yang berguna dapat diperoleh.
  5. Menurut Wilson dan Buffon, pengindraan jauh adalah suatu ilmu, seni, oan teknik untuk memperoleh informasi tentang objek, area, dan gejala dengan menggunakan alat dan tanpa kontak langsung dengan objek, area, maupun gejala tersebut.
  6. Menurut Ken’ichi Okamoto, pengindraan jauh adalah suatu teknik -ntuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan dan menentukan objek, serta memperoleh informasi tentang sifat fisik mereka melalui analisis data pada objek yang dikumpulkan dengan menggunakan sensor jarak jauh.
  7. Menurut American Society of Photogrametry, pengindraan jauh adalah pengukuran atau perolehan informasi tentang beberapa sifat objek atau fenomena dengan alat perekam yang secara fisik tidak terjadi kontak angsung atau bersinggungan dengan objek atau fenomena yang dikaji.
  8. Pengindraan jauh adalah ilmu, seni, dan teknik untuk merekam suatu benda, gejala, dan area dari jarak jauh tanpa kontak langsung atau bersinggungan dengan alat pengindra berupa sensor buatan. Baca artikel sebelumnya!

Komponen Pengindraan Jauh

Komponen pengindraan jauh, yaitu sebagai berikut.

  1. Ada dua energi yang umum digunakan dalam pengindraan jauh, yaitu energi gelombang elektromagnetik alamiah yang berasal dari sinar matahari dan energi gelombang elektronik buatan yang digunakan untuk memancarkan gelombang cahaya dengan panjang gelombang tertentu.
  2. Atmosfer. Pengindraan jauh menggunakan spektrum elektromagnetik untuk menjalankan fungsinya. Ada beberapa bagian spektrum elektromagnetik yang dapat melalui atmosfer dan mencapai permukaan bumi, bagian ini disebut jendela atmosfer (atmospheric windovv). Panjang gelombang yang paling banyak digunakan dalam pengindraan jauh adalah sebagai berikut,
    A. Spektrum gelombang cahaya tampak (visible), yakni spektrum gelombang cahaya yang mempunyai panjang gelombang antara 0,4 μm-0,7 μm.
    B. Spektrum gelombang cahaya inframerah (infrared), yakni spektrum gelombang cahaya yang mempunyai panjang gelombang antara 0,7 μm- 1,0 μm.
    C. Spektrum gelombang mikro, yakni spektrum gelombang yang mempunyai panjang gelombang antara 1,0 μm- 1,0 μm.
  3. Objek. Objek adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran dalam pengindraan jauh. Objek meliputi atmosfer, biosfer, dan litosfer. Ada empat variasi yang dapat digunakan untuk membedakan suatu objek, yaitu sebagai berikut,
    A. Variasi spektral adalah variasi pantulan atau pancaran gelombang elektromagnetik akibat dari perbedaan panjang gelombang.
    B. Variasi spasial adalah variasi pantulan atau pancaran gelombang elektromagnetik akibat dari perbedaan bentuk, ukuran, dan tekstur suatu objek.
    C. Variasi temporal adalah variasi pantulan atau pancaran gelombang elektromagnetik akibat dari fungsi waktu.
    D. Variasi polarisasi adalah variasi pantulan atau pancaran gelombang elektromagnetik akibat polarisasi.
  4. Sensor. \

    Sensor adalah benda yang digunakan untuk melacak, mendeteksi, dan merekam objek-objek di alam dalam jangkauan tertentu. Permukaan bumi lalu direkam pantulannya. Beberapa kemampuan dasar yang dimiliki suatu sensor dapat digunakan untuk mengenali suatu objek atau fenomena adalah sebagai berikut,
    A. Resolusi spasial, yaitu kemampuan suatu sensor untuk membedakan objek yang kecil.
    B. Resolusi spektral adalah kemampuan sensor untuk merekam rentang panjang gelombang tertentu.
    C. Resolusi radiometrik adalah kemampuan suatu sensor untuk membedakan objek berdasarkan sifat pemantulan atau pancaran gelombang elektromagnetiknya.
    D. Revolusi termal adalah kemampuan suatu sensoruntuk mengenali objek berdasarkan perbedaan suhu.

  5. Perolehan data. Perolehan data dapat dilakukan dengan cara manual, yaitu dengan cara menginterpretasi foto udara secara visual dan cara numerik atau digital, yaitu dengan menggunakan data digital melalui komputer.
  6. Penggunaan data. Penggunaan data merupakan faktor penentu tingkat keberhasilan dari penerapan sistem pengindraan jauh. Kemampuan pengguna data dalam menerapkan hasil pengindraan jauh dipengaruhi oleh pengetahuan tentang disiplin ilmu masing-masing. Baca artikel sebelumnya!
error: Content is protected !!
Open chat
Butuh bantuan?
Halo
Ada yang bisa dibantu?