INDEKS HARGA DAN INFLASI

INDEKS HARGA DAN INFLASI

A. INDEKS HARGA DAN INFLASI

Perubahan harga yang terjadi, baik turun maupun naik membutuhkan indeks harga. Hal ini untuk membandingkan variabel dalam dua kurun waktu yang berbeda. Dilansir dari situs resmi Badan Pusat Statistik, indeks harga merupakan suatu ukuran statistik untuk menyatakan perubahan-perubahan harga yang terjadi dari satu periode ke periode lainnya.

Pengertian indeks harga juga diartikan sebagai perbandingan antara harga rata-rata suatu barang dalam tahun yang dihitung dan harga rata-rata untuk tahun dasar. Pada indeks harga ini, tahun dasar yang biasa digunakan adalah tahun yang dijadikan patokan dalam menghitung indkes harga. Sementara itu, tahun dasar yang dipilih haruslah tahun di mana kondisi ekonomi stabil dan dalam jangka waktu yang berdekatan. Baca artikel sebelumnya!!!

INDEKS HARGA DAN INFLASI

  1.  TUJUAN INDEKS HARGA dan inflasi

    Tujuan perhitungan indeks harga secara umum adalah untuk menentukan ukuran perubahan variabel ekonomi sebagai ukuran keadaan ekonomi suatu negara. Indeks harga memiliki peran yang cukup penting untuk menentukan kebijakan ekonomi pemerintah dalam mengatasi inflasi.

    • Berikut tujuan lain dari perhitungan indeks harga:
      1. Barometer dari kondisi ekonomi secara umum
      2. Pedoman untuk berbagai kebijakan dan administrasi perusahaan
      3. Sebagai deflator . Pengertian GDP deflator (Deflator PDB) Pengertian GDP deflator adalah ukuran yang mengukuran harga output secara relatif terhadap harga barang dan jasa (output) tersebut pada tahun dasarnya. Nilai PDB dengan harga nominal akan dibagikan dengan PDB riil untuk mendapatkan nilai deflator PDB (GDP Deflator).
        • Deflator PDB = (PDB nominal pada tahun tertentu : PDB riil pada tahun tersebut) x 100.
      4. Pedoman pembelian berbagai jenis barang
      5. Pedoman dalam mengatur gaji buruh atau untuk menyesuaikan kenaikan gaji buruh pada saat terjadinya inflasi.
      6. Menghitung tingkat inflasi
        • Deflator adalah alat statistik atau komponen resmi yang dapat mencerminkan faktor penyebab timbulnya deflasi.
  2. JENIS-JENIS INDEKS HARGA

    • Terdapat beberapa macam indeks harga, di antaranya sebagai berikut:
      1. Indeks Harga Konsumen ( IHK)
        • IHK melihat perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi dari waktu ke waktu.Indeks harga konsumen(IHK) diambil dari data empat kelompok, yaitu kelompok makanan, perumahan, aneka barang dan jasa.IHK tersebut digunakan oleh BPS sebagai indikator inflasi di Indonesia.
      2. Indeks Harga Produsen (IHP)
        • IHP adalah angka indeks yang menggambarkan tingkat perubahan harga ditingkat produsen.Pengguna data IHP dapat memanfaatkan perkembangan harga produsen sebagai indikator dini untuk harga grosir maupun harga eceran.Selain itu, IHP bisa digunakan untuk membantu penyusunan neraca ekonomi (PDB atau PDRB), distribusi dagang, margin perdagangan, dan sebagainya.
      3. Indeks harga yang diterima dan dibayar petani
        • Indeks harga yang dibayar petani  adalah  indeks harga barang yang dibeli dan dibayar petani, baik untuk kegiatan produksi maupun untuk membiayahi hidupnya. Jika dalam indeks harga tersebut ikut dihitung pajak, gaji buruh tani, dan bunga hipotek yang dibayar petani maka indeks harga yang diperoleh disebut indeks paritas
      4. Indeks harga implisit
        • Merupakan sebuah metode untuk membandingkan pertumbuhan ekonomi nominal dengan pertumbuhan ekonomi riil. Perhitungan cara ini melibatkan semua barang yang diproduksi.Indeks harga implisit menjadi ukuran inflasi dari periode di mana harga dasar untuk perhitungan GNP riil digunakan hingga GNP saat ini.
  3. METODE PERHITUNGAN INDEKS HARGA

    1. Angka Indeks yang Tidak Ditimbang
      • Metode Agregatif SederhanaPerhitungan angka indeks dengan metode agregatif sederhana mempunyai kelebihan karena bersifat sederhana sehingga lebih mudah menghitungnya.Akan tetapi, metode ini mempunyai kelemahan yaitu tidak mempertimbangkan arti penting secara relatif berbagai komoditas sehingga barang-barang kebutuhan pokok memiliki bobot yang sama dengan barang yang lain. Padahal, barang-barang kebutuhan pokok akan direspon lebih oleh konsumen dibandingkan dengan barang-barang jenis lain. Baca Artikel sebelumnya !

        INDEKS HARGA DAN INFLASI

      • Keterangan:Pn = harga pada tahun tertentu ( tahun yang diitung Indeksnya )Po =  harga pada tahun dasar
      • Contoh Perhitungan:
    2. Angka Indeks yang Ditimbang
      1. Metode Laspeyres
        • Metode ini menerapkan jumlah barang pada tahun dasar menjadi timbangan terhadap suatu harga. Lebih lanjut , kuantitas barang itu faktor pengali untuk harga-harga barang yang indeksnya akan kita hitung. Anggapan yang mendasari metode ini ialah kuantitas (jumlah) barang tidak berubah dari tahun ke tahun sejak tahun dasar. Laspeyres pernah bilang begini, “Secara kuantitatif kebutuhan itu jumlahnya tidak berubah.”
        • Qo = Quantitas pada tahun dasar
      2. Metode Paasche
        • Metode ini memakai jumlah/kuantitas barang pada tahun yang berjalan atau tahun yang dipakai sebagai timbangan terhadap harga. Dalam metode Paasche ini mengasumsikan bahwa jumlah barang itu bisa mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Baca artikel sebelumnya !
        • Qn = Quantitas pada tahun n
      3. Metode Marshall-Edgeworth
        • Metode ini menghitung dengan cara menggabungkan jumlah tahun dasar dengan jumlah tahun berjalan. Nah, habis itu langsung dikalikan dengan harga pada tahun dasar atau harga pada tahun berjalan.

INFLASI

INDEKS HARGA DAN INFLASI

  1. Pengertian Inflasi :Dikutip dari laman resmi Bank Indonesia (BI), inflasi secara sederhana diartikan sebagai kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi, kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Sedangkan kebalikan dari inflasi disebut deflasi. Baca artikel sebelumnya !
  2. Hubungan antara Inflasi dan Pengangguran menurut W. Philip (seorang ahli ekonomi Inggris)
    • INDEKS HARGA DAN INFLASI

      INDEKS HARGA DAN INFLASI

  3. Penyebab Timbulnya Inflasi
    • Meningkatnya Permintaan (Demand Pull Inflation) INDEKS HARGA DAN INFLASI

      • INDEKS HARGA DAN INFLASI

        INDEKS HARGA DAN INFLASI

        Penyebab inflasi ini terjadi disebabkan karena peningkatan permintaan untuk jenis barang/ jasa tertentu. Dalam hal ini, peningkatan permintaan jenis barang/ jasa tersebut terjadi secara agregat (agregat demand).

        Faktor yang bisa menyebabkan terjadinya inflasi ini diantaranya adalah, meningkatnya belanja pemerintah, meningkatnya permintaan barang untuk diekspor, meningkatnya permintaan barang untuk swasta. Baca artikel sebelumnya !

    • Meningkatnya Biaya Produksi (Cost Push Inflation) INDEKS HARGA DAN INFLASI

      • INDEKS HARGA DAN INFLASI

        Penyebab inflasi ini terjadi karena meningkatnya biaya produksi. Adapun peningkatan biaya produksi disebabkan oleh kenaikan harga bahan-bahan baku seperti harga bahan bakar naik, hingga upah buruh naik.

    • Tingginya Peredaran Uang INDEKS HARGA DAN INFLASI

      • Penyebab inflasi ini terjadi karena uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dibanding yang dibutuhkan. Ketika jumlah barang tetap sedangkan uang yang beredar meningkat dua kali lipat, maka bisa terjadi kenaikan harga-harga hingga 100%.Hal ini bisa terjadi ketika pemerintah menerapkan sistem anggaran defisit, dimana kekurangan anggaran tersebut diatasi dengan mencetak uang baru. Namun hal ini malah membuat jumlah uang yang beredar di masyarakat semakin bertambah dan mengakibatkan inflasi.
  4. Teori Mengenai Penyebab Inflasi
    • The Quantity Theory of money  :

      Pertambahan jumlah uang beredar dan psikologi (harapan) masyarakat mengenai kenaikan harga di masa yang akan datang.

    • Keynes Theory :

      Ini juga sebuah teori dimana ketika beberapa golongan masyarakat hidup melebihi batas kemampuan dari ekonominya sendiri, dengan membeli barang atau jasa secara berlebihan. Sesuai hukum ekonominya, semakin banyak permintaan sedangkan penawarannya tetap, maka harga-harga juga akan meningkat.

    • Teori Struktural :

      dimana terjadi saat produsen tidak lagi dapat mengantisipasi dengan baik terjadinya kenaikan permintaan akibat pertambahan atau lonjakan penduduk.

  5. Jenis-Jenis Inflasi
    • Berdasarkan sifatnya, inflasi terbagi menjadi 4 jenis:
      1. INFLASI RINGAN/MERAYAP (CREEPING INFLATION)

        • Inflasi ini ditandai dengan peningkatan laju inflasi yang rendah. Biasanya, kurang dari 10% setahun. Ciri dari inflasi ini adalah kenaikan harga yang relative lambat dan berlangsung dengan lambat.
      2. INFLASI SEDANG (GALLOPING INFLATION)

        • Inflasi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi ringan. Lajunya berkisar antara 10-30% per tahun. Jenis inflasi ini ditandai dengan kenaikan harga yang cukup besar dalam waktu yang singkat.
      3. INFLASI BERAT (HIGH INFLATION)

        • Sesuai dengan namanya, kategori inflasi ini adalah inflasi yang tergolong berat. Mencakup laju mulai dari 30-100% setahun. Pada tingkat ini, harga kebutuhan masyarakat naik secara signifikan dan sulit dikendalikan.
  6. Menghitung Inflasi
    • INDEKS HARGA DAN INFLASI

      INDEKS HARGA DAN INFLASI

  7. Dampak dan Cara Mengatasi Inflasi
    1. Pengaruh Inflasi

      • Dampak inflasi yang merugikan
        1. Orang yang memiliki pendapatan tetap
        2. Orang yang menumpuk kekayaan berupa uang kas
        3. Kreditor dengan bunga lebih rendah dari tingkat inflasi
        4. penabung
      • Dampak inflasi yang menguntungkan
        1. Debitur
        2. Pedagang
        3. Pengusaha
    2. Cara Mengatasi Inflasi

      • Kebijakan moneter
        1. Penetapan Persediaan Kas
          • Kebijakan ini dapat dilakukan oleh Bank Sentral sebuah negara. Di Indonesia berarti dilakukan oleh Bank Indonesia. Kebijakan penetapan persediaan kas ini dilakukan dengan meningkatkan batas minimum kas atau presentase saldo setiap lembaga perbankan di Indonesia. Saldo kas minimum yang meningkat akan membuat Bank sulit mengeluarkan uang lebih banyak.
        2. Diskonto
          • Kebijakan Diskonto juga yang dapat diandalkan sebagai cara mengatasi inflasi. Caranya dengan penetapan dari Bank Indonesia untuk meningkatkan nilai suku bunga. Dengan suku bunga tinggi di bank, masyarakat yang awalnya terus melakukan konsumsi akan terdorong untuk menyimpan uang mereka di bank. Alhasil, uang yang beredar juga dapat ditekan dan inflasi dapat diatasi.
        3. Operasi Pasar Terbuka
          • Cara mengatasi inflasi berikutnya adalah dengan melakukan Operasi Pasar Terbuka. Operasi Pasar Terbuka ini adalah momen di mana Pemerintah menjual Surat Utang Negara (SUN) secara terbuka pada publik.
      • Kebijakan Fiskal
        1. Penghematan pengeluaran pemerintah
        2. Menaikkan tarif pajak
      • Kebijakan diluar moneter dan fiskal
        1. Meningkatkan produksi dan menambah jumlah barang di pasar.
        2. Menetapkan harga maksimum .

Lihat juga artikel di :

https:/jasagurules.com

https://jasagurulesprivat.com

https://bimbelq.com

https://lesprivatbimbel-q.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *