Manajemen Ekonomi Kelas 10

MANAJEMEN EKONOMI KELAS 10

MANAJEMEN EKONOMI KELAS 10

Ringkasan Materi – Materi Manajemen Ekonomi Kelas 10

A. Pengertian Manajemen ekonomi kelas 10

    1. Jika ditinjau dari segi seni (art) adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Pengertian ini dikemukakan oleh Mary Parker Follett.
    2. Pengertn manajemen ditinjau dari segi ilmu pengetahuan adalah bidang pengetahuan yang berusaha secara sistematis memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja sama untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan. Ini dikemukakan oleh Luther Gulick. Pengertian manajemen ditinjau dari segi proses adalah perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan kegiatan anggota serta tujuan penggunaan organisasi yang sudah ditentukan.
    3. Pengertian ini dikemukakan oleh James A. F. Stoner. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian kegiatan anggota organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Manajemen Ekonomi Kelas 10

Manajemen Ekonomi Kelas 10

B. Fungsi-Fungsi Manajemen Ekonomi kelas 10

    1. Perencanaan (Planning). Fungsi manajemen yang paling utama adalah perencanaan. Dalam urutan kegiatan, perencanaan merupakan kegiatan awal. Fungsi yang lain bekerja setelah diberi arahan oleh bagian perencanaan. Oleh karena itu, perencanaan merupakan proses dasar manajemen untuk menentukan tujuan dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.
      1. Pertanyaan mendasar pada tahap perencanaan

        Manajemen Ekonomi kelas 10
        • Pada tahap perencanaan, seorang manajer akan memulai dengan menjawab pertanyaan 5W dan 1H sebagai berikut. Seorang manajer harus:
          1.  menjawab pertanyaan, apa yang hendak dicapai, dan kemudian dirumuskan dalam mencapai tujuan tertentu.
          2. menjwb mengapa hal tertentu menjadi tujuan. Ia harus dapat memberi alasan yang disertai hasil analisisnya.
          3. mampu mempertanggungjawabkan pilihan lokasi perusahaan, misalnya mengapa memilih lokasi dekat konsumen. Keputusan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan dari aspek ekonomis, sosial, dan teknis.
          4. dapat menentukan jadwal pekerjaan yang harus diselesaikan.
          5. mampu mempertanggung-jawabkan mengapa orang-orang tertentu yang dipilih untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan memperhatikan asas “the right man on the right place”.
          6. dapat menentukan bagaimana cara melaksanakan suatu pekerjaan. Ia tidak harus melaksanakan pekerjaan seorang diri, tetapi dapat melimpahkannya kepada stafnya.
      2. Perencanaan dapat dibagi menjadi tiga jenjang berikut.

        Manajemen ekonomi kelas 10

        1. Jenjang atas (top-level). Pada jenjang ini, perencanaan bersifat strategis, yaitu memberi petunjuk umum, merumuskan tujuan, mengambil keputusan, dan memberi petunjuk pola penyelesaian, serta bersifat menyeluruh.
        2. Jenjang menengah (middle-leve). Pada jenjang ini, perencanaan bersifat administratif, yaitu menyangkut cara-cara menempuh dan bagaimana tujuan dari perencanaan itu dapat dilaksanakan.
        3. Jenjang bawah (low-level). Pada jenjang ini, perencanaan berfokus untuk menghasilkan, sehingga perencanaan mengarah pada pelaksanaan atau operasional.
      3. Syarat-syarat perencanaan manajeman ekonomi kelas 10

        • Perencanaan yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu memiliki tujuan yang jelas, bersifat sederhana sehingga tidak sulit dalam pelaksanaannya, memuat analisis-analisis terhadap pekerjaan yang dikerjakan, bersifat fleksibel sesuai perkembangan, memiliki keseimbangan antara tujuan setiap bagian dan tujuan akhir perusahaan, serta memiliki kesan bahwa segala sesuatu itu telah tersedia serta dapat digunakan secara efektif dan berdaya guna.
      4. Manfaat perencanaan

        Manajemen ekonomi kelas 10

        • Perencanaan memiliki beberapa manfaat, yaitu membuat pelaksanaan tugas menjadi tepat dan kegiatan tiap unit terorganisasi menuju arah yang sama, mengantisipasi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi, memudahkan pelaksanaan pengawasan, dan memberikan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan sehingga pelaksana memiliki gerak dan pandangan yang sama.
    2. Pengorganisasian (Organizing). Pengorganisasian adalah proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas, tanggung jawab, dan wewenang sehingga tercipta kesatuan dalam rangka mencapai tujuan.

      1. Unsur organisasi
        • Dalam organisasi terdapat beberapa unsur, yaitu sekelompok manusia yang diarahkan untuk bekerja sama, melakukan kegiatan yang telah ditetapkan, dan kegiatan diarahkan untuk mencapai tujuan.
      2. Manfaat pengorganisasian
        • Pengorganisasian memiliki beberapa manfaat, yaitu memungkinkan pembagian tugas sesuai dengan keadaan perusahaan, menciptakan spesialisasi dalam melaksanakan tugas, dan membantu anggota mengetahui tugas yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan.
      3. Fungsi pengorganisasian Pengorganisasian memiliki beberapa fungsi, yaitu mendelegasikan wewenang dari manajemen puncak kepada manajemen pelaksana, membuat pembagian tugas yang jelas, dan mengoordinasikan seluruh kegiatan.
      4. Bentuk organisasi
        • Ada beberapa bentuk organisasi yang lazim digunakan oleh perusahaan-perusahaan, yaitu sebagai berikut.
          1. Organisasi garis, adalah organsasi dengan wewenang pimpinan langsung ditujukan kepada bawahan sehingga bawahan bertanggung jawab langsung kepada atasan. Hal tersebut sering disebut juga organisasi militer. Organisasi ini cocok diterapkan pada organisasi yang sederhana yang memiliki jumlah karyawan sedikit dan belum ada spesialisasi.
          2. Orgnisasi fungsional, adalah organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan jenis fungsi yang harus dilaksanakan. Organisas ini cocok digunakan pada badan-badan yang secara tegas memberi pekerjaan atas fungsi-fungsi.
          3. Organisasi garis dan staf, adalah organisasi yang memberi wewenang kepada pimpinan untuk memberi komando kepada bawahan. Organisasi ini cocok digunakan pada pola yang jumlah personilnya besar, daerah operasinya luas, dan bidang tugasnya beraneka ragam.
    3. Pelaksanaan (Actuating) adalah fungsi manajemen untuk menggerakkan orang-orang agar bekerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan merupakan fungsi manajemen yang paling penting karena berhubungan dengan sumber daya manusia. Ada tiga gaya dalam pelaksanaan kepemimpinan yang dikenal secara umum, yaitu sebagai berikut.

      1. Otoriter, yaitu gaya kepemimpinan dengan pimpinan tidak melibatkan bawahan dalam mengambil keputusan. Bawahan dianggap hanya melaksanakan pekerjaan dan bukan sebagai rekan sekerja. Pemimpin otoriter menganggap hubungan antara pimpinan dan bawahan seperti hubungan antara majikan dan buruh.
      2. Demokratis, yaitu gaya kepemimpinan dengan pimpinan mengakomodasi pendapat bawahan dalam mengambil keputusan. Pimpinan yang demokratis menganggap diri dan bawahannya adalah satu tim.
      3. Bebas, yaitu gaya kepemimpinan di mana pemimpin menyerahkan proses pengambilan keputusan kepada bawahannya. Pimpinan dengan gaya kepemimpinan seperti ini hanya memberi arahan dan nasihat dalam pengambilan keputusan.
    4. Pengawasan (Controlling). Pengawasan merupakan tugas untuk mengoreksi kesalahan yang terjadi demi tercapainya tujuan organisasi. Henry Fayol mendefinisikan pengawasan sebagai tindakan meneliti apakah segala sesuatu telah tercapai atau berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

      • Pengawasan bertujuan memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, mencegah adanya kesalahan, menciptakan kondisi agar karyawan bertanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan, mengadakan koreksi terhadap kegagalan yang timbul, dan memberi jalan keluar atas suatu kesalahan.
      • Pengawasan dapat berjalan efektif jika memperhatikan hal-hal berikut ini.
        1. Jalur/urut-urutan (routing). Agar pengawasan efektif dan efisien, seorang manajer harus dapat menetapkan jalur atau cara untuk mengetahui letak kesalahan yang sering terjadi.
        2. Penetapan waktu (scheduling). Seorang manajer harus dapat menetapkan kapan pengawasan dilakukan. Pengawasan yang terjadwal terkadang kurang efisien. Pengawasan yang dilakukan secara mendadak ada kalanya lebih berguna, dibandingkan pengawasan yang terjadwal.
        3. Perintah pelaksanaan (dispatching). Dispatching merupakan prinsip pengawasan berupa perintah pelaksanaan terhadap suatu pekerjaan dengan tujuan agar pekerjaan tersebut dapat selesai tepat pada waktunya. Melalui perintah ini, dapat dihindari suatu pelaksanaan pekerjaan yang terkatung-katung sehingga dapat diidentifikasi siapa yang berbuat salah.
        4. Tindak lanjut (follow up). Jika kesalahan telah ditemukan, pimpinan harus mencari jalan keluar atas kesalahan itu. Pimpinan harus dapat memberi petunjuk kepada bawahan agar kesalahan yang sama tidak terulang.

 

 

C. Unsur-Unsur Manajemen

Menurut Harrington Emerson, manajemen mempunyai lima unsur, yaitu sebagai berikut.

  1. Manusia (men) dianggap sebagai sumber daya yang paling penting. Keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi tergantung pada manusia.
  2. Uang (money) adalah unsur yang juga sangat penting. Uang diperlukan untuk menjalankan usaha.
  3. Bahan (materials) diperlukan untuk menciptakan produk. Padi atau jagung, bibit, pupuk, dan pestisida merupakan contoh bahan produksi.
  4. Mesin (machines) menjadikan proses produksi lebih efisien dan ekonomis.
  5. Metode (methods) mengacu pada teknologi atau teknik produksi. Metode ini sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi.

 

 

D. Bidang-Bidang Manajemen

  1. Manajemen produksi. Manajemen produksi adalah rangkaian kegiatan yang terencana dan terkendali dalam rangka mengubah input menjadi output, dan melakukan evaluasi terhadap output melalui umpan balik. Dari pengertian ini, terdapat dua hal penting yang mendapat perhatian dalam manajemen produksi, yaitu perancangan sistem produksi dan pengendalian sistem produksi.
    1. Perancangan sistem produksi

      • Ketika merancang sistem produksi, manajemen harus mempertimbangkan rancangan produk (jasa), volume produksi, proses produksi, lokasi dan tata letak, serta rancangan pekerjaan.
        1. Rancangan produk (jasa). Rancangan produk dipelajari oleh bagian produksi untuk mengetahui berbagai aspek yang berkaitan dengan proses produksi. Misalnya, apakah teknologi yang dimiliki mampu memproduksi produk yang diusulkan.
        2. Volume produksi. Manajemen harus mempertimbangkan kapasitas produksi yang dimiliki. Misalnya, apakah fasilitas produksi yang dimiliki mampu menghasilkan produk dalam jumlah yang sesuai dengan yang diharapkan.
        3. Proses produksi. Ketika merancang sistem produksi, manajemen harus mempertimbangkan proses produksi yang paling efisien. Misalnya, apakah proses produksi memerlukan dukungan teknologi baru, atau cukup dengan memodifikasi teknologi yang telah ada. Baca artikel sebelumnya !
        4. Lokasi dan tata letak. Setelah proses produksi dipilih, langkah selanjutnya adalah merancang lokasi dan tata letak dari proses produksi. Lokasi dan tata letak didesain sehingga proses produksi efisien. Misalnya, gudang penyimpanan bahan baku dan barang jadi sebaiknya berdekatan dengan lokasi proses produksi.
        5. Rancangan pekerjaan. Melalui rancangan pekerjaan, ditetapkan cara yang terbaik untuk melaksanakan pekerjaan. Pada tahap ini, ditentukan pula para pelaksana sistem operasi.
    2. Pengendalian sistem produksi

      Manajemen ekonomi kelas 10

      • Ini berkaitan dengan dua masalah utama in manajemen operasi, yaitu mutu dan persediaan.
        1. Pengendalian mutu. Perusahaan harus dapat menjaga supaya mutu barang tetap terjamin. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal, antara lain mutu bahan baku (input), penggunaan teknologi maju, penetapan tanggal berlakunya produk, dan pengepakan (pengemasan).
        2. Manajemen persediaan. Berhasil tidaknya perusahaan menjual barang bergantung pada ada tidaknya persediaan. Oleh karena itu, harus dipikirkan jumlah persediaan yang ideal agar perusahaan beroperasi secara efisien dan efektif. Misalnya, menggunakan penghitungan jumlah persediaan yang efisien (Economic Order Quantity), peramalan kebutuhan persediaan yang tepat, dan mengontrol persediaan secara ketat.
  2. Manajemen pemasaran. Philip Kotler mendefinisikan pemasaran sebagai proses sosial dan manajerial dengan seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai. Berdasarkan pengertian pemasaran tersebut, manajemen pemasaran diartikan sebagai kegiatan pengaturan secara optimal dari fungsi pemasaran agar kegiatan pertukaran atau penyampaian barang dari produsen kepada konsumen dapat berjalan lancar dan memuaskan.Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen pemasaran, antara lain adalah riset pasar; segmentasi, targeting, dan positioning; bauran pemasaran, dan kepuasan pelanggan.

    1. Riset pasar. Ini harus benar-benar dilakukan dan sedapat mungkin jangan sampai terjadi kesalahan dalam mengambil kesimpulan. Riset pasar yang dilakukan berbeda untuk setiap jenis pasar. Misalnya, riset pasar untuk pasar persaingan monopoli akan berbeda dengan riset pasar untuk pasar persaingan sempurna.
    2. Segmentasi, targeting, dan positioning. Proses pemilihan pasar diawali dengan proses segmentasi, yaitu proses identifikasi sekelompok konsumen homogen yang akan dilayani perusahaan. Contohnya, Astra Internasional membuat mobil yang ditujukan sebagai kendaraan rumah tangga dan niaga. Astra kemudian memilah konsumen menjadi beberapa kelompok pasar yang homogen. Contohnya, keluarga yang menyukai mobil sedan dan keluarga yang menyukai minibus. Pengelompokan segmen pasar ke dalam beberapa kelompok homogen inilah yang disebut targeting. Selanjutnya, katakanlah Astra menargetkan untuk melayani pasar kendaraan keluarga jenis minibus. Proses selanjutnya yang harus dilakukan adalah positioning. Dalam hal ini, Astra memosisikan kendaraan minibus yang diproduksinya sebagai kendaraan keluarga jenis minibus yang hemat bahan bakar. Baca artikel sebelumnya !
    3. Bauran pemasaran (marketing mix). Terdapat empat unsur penting yang perlu diperhatikan perusahaan untuk memasarkan produknya, yaitu produk, harga, promosi, dan distribusi. Baca artikel sebelumnya !   
      1. Produk (product). Perusahaan harus mampu mengidentifikasi aspek-aspek yang diinginkan konsumen dari suatu produk, misalnya mutu dan kemudahan penggunaan dari suatu produk.
      2. Harga (price). Harga memainkan peranan penting dalam pemasaran. Mutu produk yang baik tidak berarti jika konsumen enggan membeli karena alasan harga. Oleh karena itu, perusahaan harus mempertimbangkan daya beli konsumen yang menjadi sasarannya.
      3. Promosi (promotion). Keberhasilan produk di pasar ditentukan aktivitas promosi yang dilakukan. Oleh karena itu, penggunaan media promosi, seperti media elektronik dan cetak, sangat penting untuk menyampaikan pesan tentang produk.
      4. Distribusi atau penempatan (place). Produk yang baik, harga yang wajar, dan promosi yang tepat sasaran tidak berarti jika konsumen kesulitan mendapatkan produk. Oleh karena itu, perusahaan memilih saluran distribusi yang sesuai dengan produk yang dipasarkan.
    4. Kepuasan pelanggan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan ini mengacu pada kepuasan konsumen dalam jangka panjang yang dapat dipenuhi dengan memperhatikan beberapa hal, yaitu mutu barang, kemudahan mendapatkan produk, dan pelayanan purnajual.
  3. Manajemen keuangan. Manajemen keuangan adalah manajemen yang berhubungan dengan langkah untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan dan bagaimana penggunaannya dalam rangka mencapai tujuan. Hal-hal yang berkaitan dengan manajemen keuangan adalah manajemen sumber dana, manajemen penggunaan dana, dan pengawasan penggunaan dana.

    Manajemen Ekonomi kelas 10
    1. Sumber dana dapat berasal dari dalam atau luar perusahaan.
      1. Dana dari dalam perusahaan. Perusahaan dapat memperoleh dana dari dalam dengan kebijakan menahan pembagian dividen.
      2. Dana dari luar perusahaan. Perusahaan dapat memperoleh dana dari luar, misalnya dari pasar modal dan pinjaman bank. Dana dari luar perusahaan dalam bentuk pinjaman tidak begitu memengaruhi kebijakan perusahaan. Konsekuensinya, perusahaan harus membayar bunga tanpa terikat dengan laba-rugi yang diperoleh perusahaan. Baca artikel sebelumnya !
    2. Penggunaan dana harus digunakan sebaik mungkin agar nilai perusahaan semakin meningkat. Dana tersebut dapat digunakan untuk hal-hal berikut.
      1. Penanaman modal jangka pendek yang dapat diwujudkan dalam usaha-usaha yang bersifat sementara, misalnya pembelian surat berharga dan tabungan.
      2. Penanaman modal jangka panjang yang dapat diwujudkan dalam usaha-usaha yang bersifat permanen, misalnya pembangunan gedung bertingkat atau pemberian pinjaman dengan jangka waktu pengembalian lebih dari satu tahun.
    3. Pengawasan penggunaan dana. Dana yang digunakan harus diawasi agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Kesalahan penggunaan dana dapat mengakibatkan kerugian perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya menetapkan pola penggunaan dana yang disertai pola pengawasannya.
  4. Manajemen personalia. Manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perseorangan. Hal-hal yang berhubungan dengan manajemen personalia antara lain sebagai berikut. Manajemen ekonomi kelas 10

    1. Penerimaan pegawai. Langkah-langkah yang diperlukan pada penerimaan pegawai adalah sebagai berikut.
    2. Penilaian pegawai. Pegawai sebagai bagian dari perusahaan harus dinilai atas prestasi dan kemampuannya ketika melakukan pekerjaan. Penilaian harus didasarkan atas sikap yang objektif.
    3. Promosi dan mutasi. Proses penilaian pegawai dapat menjadi dasar beberapa kemungkinan tindakan berikut.
      1. Tindakan ini terpaksa dilakukan karena yang bersangkutan tidak layak menjadi pegawai suatu perusahaan. Memberhentikan seseorang harus disertai alasan yang jelas dan masuk akal. Sebelum diberhentikan, pegawai yang bersangkutan sebaiknya terlebih dahulu diberi peringatan.
      2. Dipindahkan ke lingkup pekerjaan yang lebih sempit. Tindakan didasari penilaian penilaian bahwa seseorang dianggap tidak mampu mengisi jabatan yang lingkupnya lebih luas.
      3. Dipindahkan ke jabatan lain. Tindakan ini dilakukan karena seseorang tidak cocok menangani pekerjaannya, sehingga ia dipindahkan ke posisi baru yang masih satu level.
      4. Promosi adalah pemberian kepercayaan kepada seseorang untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.
    4. Menurut George Terry, salah satu fungsi manajemen adalah actuating (penggerakan) yang merupakan suatu langkah agar anggota mau bekerja dengan maksimal. Untuk tujuan tersebut, seseorang perlu diberi motivasi, misalnya memberi penghargaan atas prestasinya, pujian, dan kepastian pengembangan diri pada perusahaan.
  5. Manajemen administrasi. Manajemen administrasi memberi perhatian pada pemberian layanan di bidang administrasi, penggunaan alat yang efektif, dan kemudahan pada bidang lain. Untuk itu, perlu diperhatikan hal-hal berikut.

    Manajemen ekonomi kelas 10

  1. Pengadministrasian kegiatan. Organisasi berukuran besar mempunyai kegiatan yang sangat banyak dan beragam sehingga perlu pengadministrasian yang terpadu. Misalnya, dalam hal data kepegawaian, hubungan ke luar, hubungan dengan pemerintah, maupun hubungan jaringan komputer pusat dengan bagian-bagian lain.
  2. Pemakaian alat-alat perkantoran. Pemakaian alat-alat kantor harus efektif dan efisien agar menunjang kemajuan organisasi.
  3. Pemeliharaan organisasi. Manajemen administrasi harus dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan, seperti data akuntansi untuk mengambil keputusan ekonomi. Agar dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan, manajemen administrasi harus melakukan pengarsipan yang baik.

Penerapan Fungsi Manajemen dalam Kegiatan Sekolah di Bidang OSIS ekonomi kelas 10

  1. OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) adalah satu-satunya wadah kegiatan siswa di sekolah bersama dengan jalur pembinaan yang lain untuk mendukung tercapainya pembinaan kesiswaan. Untuk mewujudkan fungsinya sebagai wadah kegiatan siswa, OSIS harus selalu bersamasama dengan jalur yang lain dalam mengadakan latihan kepemimpinan, ekstrakurikuler, dan wawasan wiyatamandala.
  2. Tujuan utama OSIS antara lain sebagai berikut: Manajemen Ekonomi kelas 10
    1. Menghimpun ide, pemikiran, bakat, kreativitas, serta minat siswa dalam satu wadah yang bebas dari pengaruh negatif.
    2. Mendorong sikap, jiwa, dan semangat kesatuan dan persatuan di antara para siswa sehingga timbul kebanggaan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar.
    3. Tempat dan sarana berkomunikasi, menyampaikan pikiran dan gagasan dalam usaha untuk mematangkan kemampuan berpikir, wawasan, dan pengambilan keputusan.
  3. Sebagai suatu organisasi, OSIS memiliki sejumlah perangkat, yaitu dewan pembina, perwakilan kelas, dan pengurus osis.
    1. Dewan pembina terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, koordinator pembina, dan guru sebagai anggota.
    2. Pengurus OSIS yang meliputi Ketua I & II, Sekretaris I & II, Bendahara I & II, serta sejumlah seksi. Contohnya, seksi ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, seksi kehidupan berbangsa dan bernegara, serta seksi keterampilan dan kewiraswastaan.
    3. MPK (Musyawarah Perwakilan Kelas) yang terdiri dari siswa yang ditunjuk untuk mewakili kelasnya. Anggota perwakilan kelas memiliki sejumlah tugas, misalnya mewakili kelasnya dalam rapat perwakilan kelas, mengajukan usul kegiatan untuk dijadikan program kerja OSIS, memilih pengurus OSIS, dan menilai laporan pertanggungjawaban pengurus OSIS pada akhir masa jabatan. Dalam kegiatan OSIS, fungsi manajemen harus diperhatikan. Misalnya, OSIS berencana melakukan kegiatan penghijauan sekitar sekolah.

Dalam perencanaan tersebut, beberapa pertanyaan mendasar harus dijawab. Misalnya, latar belakang kegiatan, tujuan kegiatan, tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan, peserta kegiatan, dan praksis pelaksanaan kegiatan. Setelah perencanaan tersusun dengan matang, pengurus OSIS perlu menerapkan fungsi pengorganisasian dengan cara membentuk panitia dengan pembagian tugas yang jelas. Pembagian tugas yang jelas tentu akan memudahkan pelaksanaan kegiatan. Dalam pelaksanaan, orang-orang yang terlibat digerakkan untuk bekerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan kegiatan tentu saja perlu diawasi agar pelaksanaan sesuai dengan rencana, mencegah adanya kesalahan, menciptakan kondisi agar para siswa bertanggung jawab ketika melaksanakan pekerjaan, mengadakan koreksi terhadap kegagalan yang timbul, dan memberi jalan keluar terhadap suatu kesalahan.

 

Lihat juga artikel di :

https:/jasagurules.com

https://jasagurulesprivat.com

https://bimbelq.com

https://lesprivatbimbel-q.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *