KONSEP DASAR PERILAKU KONSUMEN

PERILAKU KONSUMEN | KONSEP DASAR PERILAKU KONSUMEN

PERILAKU KONSUMEN | KONSEP DASAR TEORI PRILAKU KONSUMEN

Teori Perilaku Konsumen, materi ini sering muncul di soal-soal tes masuk PTN. Baik itu SBMPTN, UTBK, SIMAK UI, UM UGM dan ter jalur mandiri PTN lainnya.

Persoalan ekonomi konsumen – Perilaku Konsumen

Seorang konsumen atau suatu keluarga di satu pihak berhadapan dengan KEBUTUHAN-KEBUTUHAN HIDUP yang harus dipenuhi, dan yang menentukan apa dan berapa yang ingin dibeli. Di lain pihak dihadapkan dengan HARGA YANG HARUS DIBAYAR serta TERBATASNYA PENGHASILAN yang membatasi apa dan berapa yang dapat dibeli.  Teori Perilaku Konsumen.

Maka persoalannya ialah: bagaimana dengan penghasilan yang tertentu dan terbatas, orang dapat memenuhi semua kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan sebaik mungkin. Teori Perilaku Konsumen.

Menghadapi persoalan ini, seorang konsumen harus bertindak bijaksana dalam mempergunakan/membelanjakan uangnya. Bertindak ekonomis diartikan,”mempertimbangkan hasil dan pengorbanan.”

HASIL

yaitu terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan, yaitu karena kegunaan barang/jasa yang dikonsumsikan. Terpenuhinya kebutuhan itu menimbulkan suatu rasa kepuasan.  Maka hasil yang kita peroleh dari konsumsi barang/jasa biasanya disebut kepuasan (satisfaction). Kemampuan barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia disebut kegunaan/manfaat/faedah (utility). Teori Perilaku Konsumen.

PENGORBANAN

yaitu harga yang harus dibayar atau “usaha’ (kerja, waktu, dll) yang perlu dicurahkan untuk memperoleh barang/jasa yang dibutuhkan. Teori Perilaku Konsumen

Pengambilan keputusan atas berbagai pilihan yang ada akan membentuk pola perilaku konsumen. Dalam teori perilaku konsumen, ada dua pendekatan yang digunakan, yaitu sebagai berikut:

  1. Pendekatan Kardinal (Cardinal Approach) – Teori Perilaku Konsumen

Pendekatan utilitas kardinal menyatakan bahwa utilitas dapat diukur secara langsung melalui angka-angka. Oleh karena itu, pendekatan ini disebut juga dengan pendekatan kardinal (cardinal approach). Teori Perilaku Kondumen.

Kata utilitas berasal dari bahasa Inggris, yaitu utility. Utilitas memiliki satuan yang disebut util. Utilitas yang diperoleh konsumen dalam mengonsumsi dapat berupa utilitas total (total utility) dan utilitas marjinal (marginal utility). Teori utilitas menyatakan utilitas barang dan jasa tertentu tidak bisa diukur dengan skala objektif, konsumen berwenang dalam memberikan peringkat terhadap beberapa alternatif yang berbeda. Teori Perilaku Konsumen.

Dalam pendekatan ini, digunakan konsep Total Utility (TU) dan Marginal Utility (MU). Untuk memahami penerapan pendekatan utilitas kardinal ini, misalnya setelah berolahraga, Anda akan merasa haus. Untuk menghilangkan rasa haus tersebut, Anda memutuskan untuk meminum air dalam gelas. Kali pertama Anda meminum satu gelas air, Anda akan mendapatkan tingkat utilitas atau utilitas tertentu. Selanjutnya, Anda meminum air dalam gelas yang kedua. Dengan mengonsumsi air dalam gelas kedua, total utilitas Anda akan meningkat karena air dalam gelas kedua memberikan tambahan utilitas.

THE LAW OF DIMINISHING MARGINAL  UTILITY – PERILAKU KONSUMEN

Demikian juga, jika Anda memutuskan untuk meminum air dalam gelas ketiga, nilai total utility akan bertambah karena air dalam gelas ketiga memberikan tambahan utilitas. Tambahan utilitas ini disebut utilitas marjinal atau marginal utility . Sejalan dengan hukum utilitas marjinal yang semakin berkurang (the law of diminishing marginal utility), semakin banyak Anda mengonsumsi air, utilitas tambahan yang diperoleh dari mengonsumsi air tersebut semakin berkurang. Utilitas marjinal yang semakin berkurang muncul dari kenyataan bahwa kenikmatan yang

Anda peroleh dari meminum air tersebut akan menurun sejalan dengan makin banyaknya air yang dikonsumsi. Dengan semakin berkurangnya utilitas tambahan tersebut, utilitas total akan meningkat dengan laju yang semakin menurun. Nilai utilitas total akan maksimum pada saat nilai utilitas marjinal sama dengan nol (MU = 0). Teori Perilaku Konsumen.

Konsep preferensi berkaitan dengan kemampuan konsumen menyusun prioritas pilihan agar dapat mengambil keputusan. Minimal ada dua sikap yang berkaitan dengan preferensi konsumen, yaitu lebih suka (prefer) dan sama-sama disukai (indifference). Misalnya, ada dua barang X dan Y, konsumen mengatakan X lebih disukai daripada Y (X > Y) atau X sama-sama disukai seperti Y (X = Y). Tanpa sikap ini perilaku konsumen sulit dianalisis. Teori Perilaku Konsumen.

Hukum Gossen I

Berdasarkan pola konsumsi manusia dalam mengonsumsi satu jenis barang untuk mencapai utilitas maksimum, lahirlah Hukum Gossen I yang dikemukakan oleh Hermann Heinrich Gossen. Pada intinya, hukum ini menyatakan:

”Jika pemenuhan kebutuhan akan satu jenis barang dilakukan secara terus-menerus, utilitas yang dinikmati konsumen akan semakin tinggi, tetapi setiap tambahan konsumsi satu unit barang akan memberikan tambahan utilitas yang semakin kecil.” Teori Perilaku Konsumen.

KEPUASAN TOTAL DAN KEPUASAN MARGINAL

yang diperoleh dari konsumsi ter perhari

Jumlah gelas teh yang dimunum perhari TU = Total kepuasan MU = kepuasan marginal
1 0 6
2 6 4
3 10 2
4 12 1
5 13 ½ ½
6 13 ½ 0
KONSEP DASAR PERILAKU KONSUMEN

Grafik TU dan MU

2. Pendekatan Ordinal

Pendekatan ordinal menyatakan bahwa kepuasan tidak dapat diukur melainkan hanya dapat dibandingkan.  Dalam pendekatan ordinal, kita mengenal konsep : Teori Perilaku Konsumen.

  1. Garis Anggaran ( Budget Line ) Kurva yang menggambarkan kombinasi dari dua macam barang yang dikonsumsi yang menghabiskan anggaran yang sama.

Membagi Penghasilan atas berbagai Barang: Keseimbangan Konsumen

Hukum Gossen II atau keseimbangan konsumen

Pada pokoknya mengatakan:

Seorang konsumen yang bertindak rasional akan membagi-bagi pengeluaran uangnya untuk membeli berbagai macam barang sedemikina rupa hingga kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi secara seimbang ,  artinya sedemikian rupa hingga rupiah terakhir yang dibelanjakan untuk membeli sesuatu memberikan marginal utility yang sama, entah dikeluarkan untuk membeli barang yang satu atau untuk membeli barang yang lain. Baca artikel sebelumnya

 

Secara teoritis kepuasan total akan maksimal dan pemenuhan kebutuhan sebaik mungkin, apabila: Teori Perilaku Konsumen.

PERILAKU KONSUMEN KONSEP DASAR

dan Y habis dibelanjakan:

PERILAKU KONSUMEN KONSEP DASAR

Artinya kepuasan yang diperoleh dari berbagai barang proporsional dengan harga yang harus dibayar untuk memperolehnya. Baca artikel sebelumnya

 

Ilustrasi Budget Line disebut juga garis harga atau GARIS KEMUNGKINANKONSUMSI – Teori Perilaku Konsumen.

Misalkankemungkinan pembelian Makakan dan Pakaian dengan uang sebanyak Rp400.000,00. Y = Rp400.000

 

Makanan

@Rp 20000

Pakaian

@Rp 40000

0

4

10

16

20

10

8

5

2

0

BUDGET LINE

 

 

2. Kurva Indiferensi ( Indifference Curve )= kurva sama suka

Indifferen = samasuka

Kurva indifferent menunjukkan  berbagai kombinasi dua macam barang (dalam contoh ini  Makanan dan Pakaian) yang memberikan taraf kepuasan yang sama. Artinya, jika kita diminta untuk memilih kombinasi mana yang lebih disukai, maka kita akan sulit mengatakan karena nilainya sama saja (utility-nya sama). Teori Perilaku Konsumen.

Sebuah Kurva Indiferensi

 

 

Lihat juga artikel di :

https:/jasagurules.com

https://jasagurulesprivat.com

https://bimbelq.com

https://lesprivatbimbel-q.com

https://lesprivat-tk-

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *